


PEKANBARU, SIAGANEWS.CO- perampokan beraksi di sebuah rumah di Jalan Rawamangun Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Kamis (12/7/2018) siang.
Pelaku diduga berjumlah tiga orang berhasil membawa kabur brankas.
Peristiwa yang yang diketahui terjadi pada pukul 10.10 WIB tersebut langsung mendapat perhatian kepolisian.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto bahkan turun langsung ke lokasi.

Informasi yang diterima dari lokasi,
Korban Mimin yang merupakan pembantu di rumah tersebut sedang menjemur pakaian di halaman samping rumah.
Kemudiam datang 3 orang pelaku memasuki halaman rumah.
2 orang pelaku menunggu di depan gerbang dan salah satu pelaku mendatangi saksi Mimin menggunakan helm.
Selanjutnya bertanya kepada kepada saksi “dimana atap yang hendak diperbaiki”.
Pemilik rumah atau majikan Mimin memang pernah mengatakan bahwa atap kamar anaknya Shaffa akan diperbaiki.
Selanjutnya saksi mengantarkan salah satu pelaku kedalam rumah.
Sampai diposisi pintu dapur tiba – tiba pelaku langsung mengancam saksi Mimin dari belakang dengan menggunakan senjata tajam jenis parang yang diletakkan dileher.
Kemudian pelaku berujar ” Jangan berteriak atau kamu saya bunuh dan tunjuk kan dimana kamar ibu serta posisi letak brangkas”.
Saksi yang ketakutan kemudian menunjukkan kamar majikannya dan mengatakan tidak tahu dimana posisi brangkasnya.
Saksi bersama pelaku masuk kedalam rumah dan pelaku mengambil ikat pinggang yang terletak di jemuran dekat dapur dan membawa saksi kedalam kamar majikan sambil mengikat tangan, kaki dan membekap mulut saksi.
Pelaku menyekap saksi dikamar mandi dalam kamar utama.
Setelah itu pelaku mencari brangkas dan menemukan brangkas tersebut.
Selanjutnya pelaku mengambil dan membawa brangkas tersebut seorang diri.
Setelah melihat pelaku melarikan diri saksi berusaha membuka ikatan kaki dan setelah terlepas ikatan kaki kemudian saksi langsung berlari menuju kamar anak majikannya yang berinisial S yang saat itu sedang tidur serta dan mengunci pintu kamar.
Karena suara ribut S terbangun dan menanyakan ada apa.
Saksi mengatakan “rumah dirampok tolong buka kan ikatan tangan, mbak”
Pukul 10.22 Wib S langsung menelepon pihak Kepolisian serta membuat pemberitahuan di group Sekolah melalui WA dan saksi Dodi Septiawan yang merupakan keluarga nya bahwa ada perampok dirumahnya dan saat ini sedang bersembunyi didalam kamar.
Kemudian Saksi Dodi memberitahukan kepada Saksi Jul Fahmi yang merupakan security perumahan tempat tinggalnya bahwa rumah keluarganya ada perampokan.
Saksi Jul Fahmi dan saksi Dodi mendatangi TKP.
Saksi Jul Fahmi masuk ke area rumah dan mencoba membuka membuka pintu depan dan belakang rumah namun tidak bisa karena dalam keadaan terkunci, lalu disaat yang bersamaan saksi Mimin berteriak dari jendela kamar sambil mengatakan kepada saksi untuk jangan masuk kedalam rumah karena pelaku menggunakan senjata, mendengar itu saksi langsung keluar area rumah.
Pesan WA S sampai ke kawannya bernama Rahma yg pada saat itu merupakan anggota group WA sekolah.
Rahma merespon kejadian tersebut yang kebetulan Rahma berada di Mapolresta Pekanbaru sedang mengurus SKCK.
Kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Piket pelayanan Polresta Pekanbaru.
Kemudian sekira pukul 10.50 WIB pihak kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Pekanbaru bersama – sama personil Polresta Pekanbaru mendatangi TKP selanjutnya melakukan penyisiran serta pengamanan TKP, dengan hasil tidak ditemukan nya pelaku didalam rumah tersebut dan dinyatakan clear.
Kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan pelaku sedang diburu.(*)



