Ladeni Bhayangkara SU, Arema Butuh Wasit Tegas

0
2098
bola.com/ iwan setiawan
bola.com/ iwan setiawan
bola.com/ iwan setiawan

OLAHRAGA-  Kritikan pedas diluncurkan pelatih dan pemain Arema Cronus kepada para wasit yang bertugas di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 Presented by IM3 Ooredoo. Pada dua laga pertama, tim Singo Edan merasa wasit masih belum bisa melindungi semua pemain.

Saat laga pertama melawan Persiba Balikpapan (1/5/2016), wasit Abdul Rahmad Tsalasa tidak memberikan hukuman kartu terhadap pelanggaran kepada tiga pemain yang berujung cedera parah. Syaiful Indra mengalami hamstring, sedangkan Dendi Santoso patah tulang fibula kaki kanan, dan Cristian Gonzales patah tulang rusuk.

Di laga kedua, melawan Madura United (6/5/2016), pemain Singo Edan kembali uring-uringan terhadap wasit. Sebab, pemain MU bermain keras namun jarang diberikan peringatan atau pelanggaran.

Salah satu insiden yang terlihat, baju gelandang Srdan Lopicic sampai robek setelah ditarik gelandang MU, Ahmad Maulana Putra. “Jersey saya robek, tapi tidak ada pelanggaran. Bagaimana itu bisa terjadi,” protes Lopicic.

Selain itu, Hendro Siswanto tersulut emosi dan mengeluarkan tendangan kungfu kepada Engelberd Sani. Hal itu merupakan reaksi setelah beberapa kali dia dilanggar lawan, namun wasit tidak memberikan peringatan.

Gelandang lainnya, Raphael Maitimo, tak kalah geram. Maitimo menumpahkan kekecewaannya hingga saat ini.

“Kompetisi sekarang sudah berjalan. Semua berharap sepak bola lebih baik. Kami mencoba memberikan tontonan bagus. Tapi, saya tidak terima teman-teman saya dilanggar keras tanpa ada perlindungan,” kata pemain naturalisasi asal Belanda ini.

Pelatih Arema, Milomir Seslija, sedikit lebih tenang ketika ditanya tentang wasit. Meski di lapangan meledak-ledak dan melakukan protes keras, Milo mengaku hanya bisa berharap mendapat wasit yang lebih bagus di pertandingan selanjutnya. Apalagi pada 15 Mei besok, lawan yang dihadapi adalah rival sesama Jatim, Bhayangkara Surabaya United.

“Pertandingan nanti tentu panas. Sama seperti El Classico. Meski lawan bukan Persebaya, tapi tetap saja mereka tim dari Surabaya,” tegas Milo.(bola.com)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.