


Siak, SiagaNews.id – Silaturahmi dan Konsolidasi Kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Siak Masa Bakti 2026–2030 di Rumah Perjuangan Rakyat, Sekretariat DPC PDIP Siak, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Namun, perhatian forum mendadak terfokus ketika Syamsuar, mantan Gubernur Riau ke-13, melontarkan pesan bernada kritis yang disampaikan langsung di hadapan Bupati Siak, dr. Afni Z, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Di depan PLT Gubernur Riau, jajaran pengurus partai, kader, serta tokoh-tokoh undangan, Syamsuar menyampaikan pentingnya kehati-hatian seorang pemimpin dalam berkomunikasi di ruang publik.
“Kurangi berkicau sedikit Bu. Sebab, ‘suara kicauan’ ini sangat mempengaruhi suasana. Sebagai pemimpin, janganlah kita memberi rasa risau pada masyarakat,” ujar Syamsuar diselanya, Selasa (6/1/2026).

Pernyataan itu tidak menyedot perhatian peserta. Beberapa yang hadir terlihat saling berpandangan, sementara suasana ruangan sempat terasa lebih hening.
Pilihan diksi “berkicau” dipandang sebagian peserta sebagai sindiran langsung namun berlapik, yang mengingatkan agar kepala daerah lebih tenang dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Syamsuar kemudian menyampaikan pesannya dengan pengalaman memimpin di masa krisis, khususnya saat pandemi COVID-19.
“Pemimpin itu harus siap berjuang dalam keadaan apa pun. Ingat waktu COVID dua tahun lalu? Kami tunggang-langgang. Ada duit hendak membeli barang, barangnya tak ada. Sampai beli barang pun harus dari luar negeri. Itulah sebabnya diskresi dalam kondisi darurat,” lanjutnya.
Menurut Syamsuar, situasi darurat menuntut ketenangan, kecepatan mengambil keputusan, serta kemampuan meredam kegelisahan masyarakat. Ia menekankan bahwa stabilitas psikologis masyarakat merupakan bagian penting dari kepemimpinan.
Fakta bahwa pernyataan tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan Bupati Afni membuat momen itu menjadi sorotan utama dalam forum konsolidasi. Di sela-sela acara, bisik-bisik peserta terdengar membahas makna di balik pesan Syamsuar.
Sebagian menilainya sebagai nasihat kebapakan dari tokoh senior Riau, sementara yang lain melihatnya sebagai peringatan politik agar komunikasi pemerintah daerah lebih terukur.
Meski demikian, agenda konsolidasi tetap berjalan sesuai rencana. Ketua DPC PDIP Siak periode 2026–2030, Ir. H. Irving Kahar Arifin, dalam berbagai tekanannya pentingnya soliditas kader, disiplin organisasi, dan kerja nyata untuk masyarakat Siak.
Ia menegaskan, kritik yang disampaikan Marudut Pakpahan sebagai kader PDIP sekaligus anggota DPRD Kabupaten Siak terhadap kebijakan Bupati merupakan bagian dari fungsi kontrol partai dalam mengawal jalannya pembangunan di Siak.
Namun, sentilan Syamsuar tetap menjadi pembicaraan utama di antara peserta hingga acara berakhir. Bagi sebagian kader, momen itu menjadi pengingat bahwa dinamika politik lokal tidak hanya soal struktur dan strategi, tetapi juga soal gaya kepemimpinan dan cara berbicara di ruang publik.
Catatan dalam Dinamika Politik Siak
Kalimat “kurangi berkicau, Bu” disampaikan tanpa emosi, namun maknanya menembus ruang. Forum yang semula hangat berubah hening, seolah setiap kata ditimbang ulang.
Di hadapan langsung Bupati Afni, pesan Syamsuar terdengar seperti pengingat bahwa kepemimpinan bukan sekadar hadir di ruang publik, tetapi juga mengendalikan suasana dan menenangkan kegelisahan. Sebuah nasihat yang sopan dalam bunyi, namun tegas dalam pesan dan kini menjadi catatan penting dalam dinamika politik Siak.



