


PEKANBARU, SIAGANEWS.ID – Perkembangan lingkungan strategi yang penuh dinamika memberikan berbagai pengaruh terhadap penyelenggaraan keamanan Negara. Fenomena Global yang saat ini telah menimbulkan kerawanan terhadap stabilitas Kamtibmas adalah semakin meningkatnya ancaman dari Negara lain seperti yang terjadi di laut China Selatan dan juga kian meningkatnya ancaman dari pelaku kejahatan transnasional yang sudah menjadikan bangsa Indonesia menjadi target, bukan lagi sebagai tempat transit. Selain itu, potensi gangguan keamanan juga timbul di bidang sosial khususnya kesehatan, yaitu merebaknya pandemi Covid-19 yang telah menimbulkan permasalahan yang cukup kompleks dan telah merubah tatanan kehidupan masyarakat dalam berinteraksi satu sama lain.

Polri sebagai lembaga negara yang bertanggung jawab dalam mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dituntut untuk mengimbangi berbagai perkembangan yang terjadi, termasuk mampu meningkatkan penggunaan teknologi atau membangun kinerja berbasis digital (online) yang menjadi sentra dalam era revolusi industri 4.0, sehingga memiliki kesiapan dan kemampuan dalam menghadapi berbagai ancaman dan gangguan keamanan.
Untuk itu sejalan dengan program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dalam transformasi menuju Polri yang Presisi, seluruh jajaran Kepolisian harus terus berupaya mengembangkan berbagai sistem kinerja dan pelayanan yang berbasis TI (Teknologi dan Informasi), sehingga dapat meningkatkan kesiapan dan kemampuan Polri dalam membangun modernisasi kinerja sebagaimana yang menjadi tuntutan dari adanya era revolusi Industri 4.0. Dalam hal ini, Polri harus menguasai dan memahami pemantauan digital (digital monitoring), pemanfaatan big data (cloud) dan Internet of Things (IoT) di segala tahap upaya pemeliharaan Kamtibmas.
Dalam praktiknya, proses modernisasi tersebut dapat berjalan dengan dua cara, pertama secara top down, dimana Mabes Polri meluncurkan sebuah terobosan kreatif yang berlaku dari pusat hingga ke seluruh jajaran, seperti program SIM Nasional Presisi (SINAR), Dumas Presisi, Propam Presisi dan aplikasi lainnya. Selanjutnya, cara kedua adalah secara bottom up, dimana Polres/Polda meluncurkan aplikasi berbasis teknologi dan informasi sesuai dengan kekhasan kultur daerahnya, untuk kemudian bisa diadopsi secara berjenjang hingga ke tingkat pusat (Mabes Polri).

Salam Presisi
Zulanda, S.I.K



