


PEKANBARU,SIAGANEWS.CO – Mulai November 2016 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Pekanbaru akan menerima bantuan non tunai, sistem tidak lagi berupa uang melainkan berupa e-voucher kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM).
Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman, Pekanbaru, Chairani, Sabtu (29/10) mengatakan Pekanbaru menjadi kota percontohan penerapan sistem bantuan PKH dengan non tunai atau e-voucher.
“Untuk itu, kami sudah milai mensosialisasikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai (e-voucher) kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM) di wilayah setempat, guna menghindari kecurangan dan permasalahan baru.
“Kami sudah turun ke sebahagian kelurahan di Pekanbaru guna menyampaikan model bantuan KSM kedepan kepada kelurahan, termasuk penerima,” sebutnya.

Chairani menjelaskan terhitung November mendatang pembayaran bantuan PKH di Pekanbaru akan diberlakukan sistem non tunai. Dimana KSM hanya akan menerima voucher belanja bukan uang. “Nah inilah yang akan kami sosialisasikan kepada KSM agar tidak terjadi kesalahan persepsi,” kata dia.
Selama ini KSM menerima bantuan dalam bentuk tunai. Jumlahnya empat kali setahun atau per- triwulan. Tahun ini sudah berjalan dua kali, untuk tahap ketiga dan keempat akan disalurkan dalam bentuk bantuan non tunai.
Dimana setiap KSM mendapatkan satu kartu atau e-voucher yang berisi dana Rp110.000. Voucher ini bisa digunakan untuk membeli barang kebutuhan pokok di warung khusus yang sudah ditetapkan menjadi e-warung penerima transaksi voucher.
“Adapun barang kebutuhan pokok yang dapat dibeli dengan menggunakan e-voucher ialah beras, tepung, gula, minyak goreng, dan telur,” tegasnya.
Chairani juga menambahkan selain ada perubahan sistem, terhitung triwulan III 2016 akan ada penambahan jumlah KSM penerima PKH di Pekanbaru.
“Jadi Pekanbaru mendapat tambahan penerima PKH sebanyak 5.020 Keluarga Sangat Miskin (KSM),” katanya menerangkan.(hms/pgi)



