



PEKANBARU, SIAGANEWS.CO- Polresta Pekanbaru terus dengan gencarnya melakukan pengungkapan terhadap jaringan narkoba di Bumi Bertuah. Selama berlangsungnya Operasi ” Bersinar” sejak 21 Maret lalu, terbukti telah 40 Kasus yang berhasil dilakukan pengungkapan bersama puluhan tersangka.
” Selama operasi Bersinar yang berhasil melakukan pengungkapan tertinggi masih dipegang oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru dengan sembilan kasus, sedangkan untuk posisi kedua Polsek Lima Puluh sebanyak enam kasus. Sementara posisi terakhir yang melakukan pengungkapan yaitu Polsek SKP sebanyak satu kasus selama operasi Bersinar,” ungkap Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs Aries Syarief Hidayat MM saat dikonfirmasi melalui Wakapolresta AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK, Senin (11/4/2016) pagi.
Dalam operasi pemberantasan sindikat narkoba yang ada di Pekanbaru ini, mantan Kapolres Siak tersebut menyayangkan dengan banyaknya keterlibatan anak di bawah umur sebagai umpan peluru atau diperalat oleh para bandar. Rusaknya para penerus Bangsa ini dikatakan oleh Putut tidak lepas kurangnya kontrol Sosial Masyarakarat serta peran orang tua yang tidak terlihat.

” Kita sangat menyayangkan ternyata narkoba telah merusak anak-anak kita yang kadang masih duduk dibangku sekolah. Beberapa pengungkapan seperti Polsek Tampan dengan dua orang anak dibawah umur dan paling mengerikan dua orang anak Kampung Dalam yang diringkus oleh Sat Res Narkoba. Peran orang tua yang tidak terlalu peduli serta tidak memikirkan masa depan anak membuat mereka tenggelam dalam jaringan bisnis haram,” ungkap Wakapolresta.
Selain upaya yang dilakukan oleh Polresta Pekanbaru sendiri, Wakapolresta menghimbau agar masyarakat juga turut aktif dalam memerangi barang haram tersebut beredar disekitar lingkungan. Karena salah satu faktor penyebab kejahatan saat ini bermula dari narkoba.
” Kita ingin kontrol Sosial yang seharusnya berfungsi efektif bisa berjalan dengan lancar, oleh karena itu kita meminta agar masyarakat lebih peduli. Bayangkan saja jika anak kita yang menggunakan narkoba dan mayoritas pelaku begal atau kejahatan dilakukan oleh anak-anak dibawah umur yang penyebab utamanya penggunaan narkoba,” tutup Putut.



