Wakapolresta: Kurang Lebih Lima Tahun Terakhir Belum Pernah Ringkus Jaringan Putau, Dua Kurir Wanita Ini Diduga Sindikat Internasional

0
2031
DSC_0929
PEKANBARU, SIAGANEWS.CO- Berhasilnya di amankan dua orang wanita berinisial Ns (30) dan Ym (45) di salah satu loket travel yang berada di jalan Bangau Kecamatan Sukajadi, Sabtu (2/7) malam oleh Sat res narkoba Polresta Pekanbaru dengan barang bukti 25 gram sabu dan 25 gram putau atau heroin cukup membuat gempar masyarakat.
Dikatakan oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Tonny Hermawan saat melakukan ekspose melalui Wakapolresta AKBP Ady Wibowo dengan didampingi Kasat Narkoba Kompol Iwan Lesmana Riza, Senin (4/6) pagi menjelaskan jika lebih kurang dalam kurun waktu lima tahun terakhir jajarannya baru kali ini mengungkap narkoba jenis putau.
“Data kita, lebih kurang lima tahun terakhir jajaran kita belum ada mengungkap peredaran putau. Selain sulit didapat, harga narkoba jenis ini dua kali lebih mahal dari harga sabu. Hasil pemeriksaan yang terbukti bersalah dan mengetahui barang haram tersebut adalah Ns, sedangkan untuk Ym kita lepaskan setelah tidak terbukti bersalah,” terang Wakapolresta.
Selain berhasil menggalkan barang haram tersebut beredar, Ady menyebut jika pihaknya juga berhasil menyelematkan tiga ribu jiwa penduduk Indonesia.
“Jika barang haram ini beredar lebih kurang tiga ribu nyawa akan teracuni, dan dinilai dengan uang sabu serta putau dengan total 50 gram ini akan menghasilkan uang sekitar Rp 90 juta lebih,” ungkap Wakapolresta.
Sebelumnya, Ady menerangkan jika anggotanya dengan dipimpin Kompol Iwan Lesmana Riza mendapatkan informasi bahwa ada pengiriman narkoba melalui jasa travel. Mendapatkan informasi tersebut aparat Kepolisian dengan berpakaian preman langsung melakukan pengintaian.
“Setelah melihat dua orang wanita mencurigakan, anggota langsung meringkus dan mengamankan barang dibawa mereka. Setelah di geledah ternyata narkoba tersebut, kini anggota masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan,” tutup Wakapolresta.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.