Wagubri Ajak Pemda Segera Wujudkan Program Ketahanan Pangan

0
312
Foto Wakil Gubernur Riau Edy Natar

PEKANBARU, SIAGANEWS.ID – Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution mengajak seluruh pemerintah daerah (Pemda) terutama yang berkaitan dengan pangan untuk segera mewujudkan ketahanan pangan di Riau.

Ia menerangkan, banyak upaya dilakukan berbagai pihak untuk mengantisipasi kekurangan pangan termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Yang mana beberapa waktu lalu, Gubernur Riau telah menginstruksikan kepada seluruh stafnya untuk penyediaan pangan daerah.

Untuk itu, ia mengungkapkan bahwa instruksi tersebut perlu dijabarkan dengan sebaik mungkin dan harus sukses untuk kemandirian pangan di Riau.

“Gagal kita dalam merencanakan sama saja kita dengan merencanakan sebuah kegagalan,” ujarnya saat menghadiri rapat koordinasi Riau Bergerak Tanam Padi (Bertani) 2019-2024 di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Rabu (26/08/2020).

Wagubri mengajak seluruh pemda terutama Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura se-Riau untuk merencanakan instruksi ketahanan pangan dari gubernur dengan sebaik-baiknya.

Ungkapnya, ada atau tidak Covid19, pertanian tidak boleh berhenti dan terus bergerak dalam upaya memproduksi kebutuhan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah.

Sebagaimana diketahui, kata Edy Natar, Provinsi Riau dalam rencana pembangunan jangka menengah tahun 2019-2024, dalam pertanian subsektor tanaman pangan telah mengambil kebijakan fokus komoditas yaitu komoditi padi.

Ia menyebutkan, ketersediaan pangan utama produk sendiri di Riau masih terbatas dan masih dipasok dari daerah tetangga diantaranya Sumatera Barat dan Sumatra Utara. Khusus beras, sebutnya, Riau baru bisa memproduksi sekitar 35% untuk Riau sendiri dari total konsumsi beras penduduk Riau yang semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk.

Ia mengatakan, jumlah penduduk Riau diperkirakan pada tahun 2024 nanti sebanyak 7.410.230 jiwa dengan kebutuhan beras 662.475 ton. Sehingga perlu dilakukan upaya yg serius dan gerak cepat dari pemerintah untuk menangani kasus tersebut.

“Kalau langkah ini tidak kita jalani, kita sudah tahu tapi kita tidak melakukan langkah-langkah berarti kita tidak belajar dari pengalaman,” tuturnya.

Bagaimanapun dijelaskan Wagubri, jika pekerjaan tidak dihadapi bersama maka semua pekerjaan akan terasa berat tapi kalau pekerjaan dilakukan bersama apa yang menjadi kendala diperkecil yang peluang diperbesar maka semua akan teratasi dengan baik.

“Minimal 50% kebutuhan beras di Riau bisa kita penuhi kalau kita mau. Ini sebuah harapan yang logis,” tutupnya. (MCR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here