


SIAGANEWS.CO- Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Hendry Bambang Soelistyo membenarkan adanya pesawat jatuh di sekitaran Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.
Dia mendapat informasi jika kedua pilot langsung tewas di tempat akibat kecelakaan tersebut. “Katanya pilot dua-duanya meninggal,” ujar Soelistyo kepada Okezone, Minggu (20/12/2015).
Kecelakaan tersebut terjadi saat memperingati 70 tahun Hari Jadi Sekolah Penerbang TNI AU, di nama sekolah itu mengadakan air show dan Gebyar Dirgantara Yogyakarta selama dua hari, dari 19 sampai 20 Desember 2015.
“Aya peswat jatuh pas lagi air show jika, jenisnya T-50 buatan Korea,” katanya.

Dalam memperingati 70 tahun sekolah penerbang TNI AU, berbagai kegiatan digelar seperti Jupiter Aerobatic Team, fly pass pesawat latih TNI AU, fly pass Pesawat FASI, terjun payung, static show pesawat tempur, helikopter dan pesawat latih TNI-AU FASI, Drumband Akademi Angkatan Udara, Jupiter Runway For Run (4000 peserta), otomotif gathering, bazar otomotif dan sebagainya.
Jupiter Fun Run sendiri dilaksanakan pada Minggu 20 Desember di runway Lanud Adisucipto. Selain itu, diselenggarakan lomba Disc Jokie (DJ) pada saat Jupiter beraksi.
Sebanyak 57 pesawat milik TNI AU dan 3.000 personel TNI AU siap beraksi dalam acara yang baru pertama kali digelar ini. Di antaranya pesawat tempur T50, F16 dan pesawat Sukhoi.
Sekolah Penerbang TNI AU adalah satuan pendidikan di bawah Komando Pendidikan Angkatan Udara yang berada di Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Sesuai catatan sejarah, sekolah ini didirikan pada 15 November 1945 dan merupakan pendidikan militer tertua. Seiring perjalanan sejarah, Sekolah Penerbang TNI AU telah banyak melahirkan para penerbang militer pengawal dirgantara. (**)



