


PEKANBARU, SIAGANEWS.ID – Dalam sistem keamanan nasional, Kamtibmas merupakan salah satu prasyarat terselenggaranya pembangunan nasional, ditandai tertib dan tegaknya hukum serta terbinanya ketentraman di lingkungan masyarakat. Dalam upaya memelihara Kamtibmas, keterlibatan masyarakat melalui jalinan kemitraan penting untuk dilaksanakan guna mengatasi berbagai keterbatasan sumber daya Polri, sehingga melalui kemitraan Polri dan masyarakat secara bersama-sama mengidentifikasi dan mengantisipasi berbagai bentuk potensi ancaman dan ambang gangguan melalui komunikasi berbasis kepedulian, konsultasi, pemberian informasi dan berbagai kegiatan lainnya, sehingga masyarakat timbul perasaan memiliki (sense of bilonging) dan merasa ikut bertanggung jawab (sense of responsibility) dalam memelihara keamanan dan ketertiban lingkungan.

Patroli dialogis yang dilaksanakan oleh fungsi Samapta merupakan salah satu bentuk implementasi strategi Polmas yang dinilai efektif dalam menjalin kemitraan dengan setiap potensi yang ada di masyarakat. Dimana dalam pelaksanaannya, setiap personel Polri pengemban fungsi Samapta melaksanakan patroli berdasarkan beat patrolinya melalui silaturahmi dengan masyarakat untuk membicarakan situasi Kamtibmas, sekaligus berdialog dan memberikan arahan, himbauan serta penyampaian pesan-pesan Kamtibmas.
Dalam rangka mendukung kegiatan patroli dialogis, diperlukan kesiapan sumber daya organisasi yang optimal khususnya terkait kemampuan petugas patroli maupun metode yang diterapkan, agar terjalin kebersamaan dan kesetaraan antara polisi dan masyarakat dalam memelihara Kamtibmas. Dimana unsur pimpinan Polri di tingkat kewilayahan perlu melaksanakan pembinaan terhadap setiap petugas patroli baik melalui pemberian arahan dan sosialisasi mengenai berbagai petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis patroli dialogis agar petugas patroli terhindar dari kesalahan prosedur. Setiap petugas patroli juga perlu diberikan pelatihan interpersonal skill secara kontinyu guna meningkatkan kemampuan publik speaking atau komunikasi sosial yang dapat mendukung dalam menjalin komunikasi dan interaksi dengan masyarakat yang berada di wilayah beat patrolinya. Selain itu dalam rangka meningkatkan kegiatan operasional, diperlukan pengembangan kegiatan patroli dialogis seperti dengan melaksanakan patroli door to door, patroli jalan kaki atau dengan menggunakan sepeda, mensinergikan jadwal patroli antara Polda, Polres dan Polsek, sehingga saling bersinggungan pada titik-titik tertentu sesuai beat patroli masing-masing, membangun contact person dari masyarakat yang dikunjunginya untuk dijadikan sebagai sumber informasi, memberikan target untuk menjalin komunikasi dan kemitraan dengan setiap komunitas seperti komunitas ojek, otomotif dan sebagainya sehingga dapat dijadikan sebagai perpanjangan tangan dalam Harkamtibmas, maupun berbagai langkah-langkah upaya lainnya secara komprehensif dan aplikatif sehingga tujuan dan sasaran dari penyelenggaraan kegiatan patroli dialogis sesuai arah dan tujuan yang hendak dicapai.
Salam Presisi

Zulanda, S.I.K



