



PEKANBARU, SIAGANEWS.CO- Tidak banyak yang memiliki pola pikir seperti Bripka S Bagus, anggota Polsek Tenayan Raya ini memiliki cara tersendiri untuk mengabdikan hidupnya sebagai Polisi. Bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Tangkerang Timur Kecamatan Tenayan Raya, pria berusia 38 tahun tersebut juga mengisi waktu-waktunya menjadi seorang guru dan pendidik bagi anak-anak putus sekolah.
Sehabis menjalankan tugasnya mengontrol dan memantau situasi di tengah masyarakat, Bripka S Bagus dengan seragam kebanggaannya langsung menjadi sosok seorang guru bagi belasan muridnya yang telah menunggu di kelas, dibawah naungan Departemen Sosial Tengku Yuk Kulim dirinya diminta untuk sebagai tenaga pendidik bagi belasan anak nakal dan jalanan.
Selain menjadi sosok ayah yang disiplin serta penyayang bagi anak-anaknya, ternyata hal tersebut juga ditanamkan kepada belasan muridnya. Memang tidaklah mudah menjadi seorang guru bagi belasan murid yang berasal dari anak nakal dan putus sekolah sejak dini ini, ternyata hal tersebut malah menjadi suatu tantangan bagi anggota Polresta Pekanbaru ini.

” Bagi saya, menjadi anggota Polisi bukan hanya menangkap penjahat dan menjaga keamanan semata, peduli bagi mereka yang harus dibina agar tidak berbuat kejahatan juga merupakan tanggung jawab kami sebagai Abdi Negara,” ungkap Bripka S Bagus saat dijumpai, Kamis (5/5/2016) siang.
Tanpa imbalan dan paksaan dari pimpinannya, belasan muridnya yang berasal dari seluruh daerah Provinsi Riau ini di didik dan diberikan kasih sayang layaknya seorang guru profesional di sekolah. Meski hanya mengajarkan disiplin dan pembentukan karakter terhadap anak-anak tersebut, namun Bripka S Bagus kerap memberikan nasehat serta mengajarkan aturan hukum yang berlaku ditengah masyarakat kepada muridnya.
” Meski tidak dalam pelajaran umum yang saya berikan, namun mereka selalu saya berikan pelajaran tentang norma-norma yang berlaku bagi masyarakat. Pencegahan narkoba hingga menjaga sikap dan pergaulan menjadi modal utama mendidik mereka,” ungkapnya.
Selama tiga sampai lima bulan, belasan anak- anak putus sekolah dan anak nakal ini akan menjalani program yang dibuat oleh Departemen Sosial . Dengan bekal menampilkannya mereka nantinya akan dikembalikan ke daerah masing masing guna menerapkan ketrampilan yang telah didapat.
” Saya tidak banyak berharap menjadi pendidik bagi mereka, dan tidak banyak pula ilmu yang saya berikan. Akan tetapi jika mereka keluar dan kembali di tengah masyarakat, mereka selalu mengingat jika Polisi bukanlah sosok yang menakutkan dan harus dihindari, melainkan Polisi seorang penegak hukum yang selalu hadir ditengah masyarakat aga



