


PEKANBARU,SIAGANEWS.CO – Guna lebih meningkatka kewaspadaan terhadap perkembangan nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tahun ini memasuki siklus lima tahunan, Pemerintah Provinsi Riau akan membentuk gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik).
“Kami menyambut baik atas kerja semua pihak yang telah melaksanakan pencanangan ini,” kata Staf Ahli Bidang Pembangunan Provinsi Riau, Arisman Agus pada acara pencanangan gerakan satu rumah satu jumantik di SD Negeri 157 Limapuluh, Pekanbaru, Jumat (18/11) lalu.
Pemerintah Provinsi Riau bersama Ikatan Dokter Indonesia setempat mencanangkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik) dan tiga perangkap nyamuk (Larva Trip) secara serentak, guna menekan perkembangan nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue.
Menurut Arisman Agus, saat membacakan pidato Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kementerian Kesehatan juga sudah melayangkan imbauan untuk membentuk kader jumantik di tiap daerah guna menekan perkembangan nyamuk DBD yang tahun ini memasuki siklus lima tahunan.

“Ini siklus lima tahunan perlu diwaspadai, kemaren ada korbannya, yang terbaru satu anak anggota DPRD Riau masih SD meninggal karena nyamuk ini,” kata dia mencontohkan betapa berbahayanya penyakit DBD.
Karena itu sebut dia kader jumantik harus dibentuk dari tiap rumah dengan menunjuk satu anggota tiap keluarga.
Tugasnya memantau jentik dan memberantas untuk setiap potensi perkembangbiakan nyamuk di rumah masing-masing.
Selain juga ada upaya memperkuat petugas dan antisipasi dini pemberdayaan masyarakat dengan Menguras, Menutup, Mengubur benda dan wadah penampungan air plus penggunaan obat anti nyamuk (3Mplus).
“Peran keluarga RT/RW, tokoh agama dan sebagainya dibutuhkan untuk melakukan gerakan memberantas DBD, mari kita giatkan hidup bersih dan sehat,” ajaknya.(hms/pgi)



