



PEKANBARU,SIAGANEWS.CO – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mencatat ada perbaikan pada kualitas udara di wilayah setempat pada Rabu pagi, dibandingkan dua hari sebelumnya pascakabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah setempat.
“Udara Pekanbaru pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB berada pada konsentrasi debu/ particuler matrik (PM10) di stasiun Tampan 34 mikrogram/meter kubik termasuk Rabu hanya mendung tetapi tidak berkabut,” kata Kepala Laboraturium udara BLH Pekanbaru Syahrial , Rabu (31/8/16).
Syarial menjelaskan membaiknya kualitas udara Pekanbaru hari ini disebabkan beberapa faktor salah satunya hujan yang turun dimalam harinya.
“Sudah dua malam hujan, Senin dini hari juga, selain itu arah angin yang menjauh dari pusat kota membawa asap ke arah pantai dan tingkat keberhasilan pemadaman api yang dilakukan satuan tugas,” terang Syahrial.

Syahrial mencoba membandingkan kualitas udara Pekanbaru saat ini dengan satu hari lalu jauh lebih baik. Karena konsentrasi debu (PM10) pada Senin pagi di stasiun Tampan mencapai 114 mikrogram /meter kubik.
“Atau kalau petunjuk Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) kondisi udara berada dalam level sedang,” katanya lagi.
Ia menambahkan kualitas udara Pekanbaru masih akan fluktuatif saat ini hingga beberapa waktu kedepan seiring kondisi karhutla. Kalau kabut asap menebal saat malam hari ketika semua sedang istirahat tentunya tidak masalah. Namun kalau terjadi ketika semua sibuk beraktifitas perlu menggunakan maskes pelindung pernafasan.
“Untuk itu, warga diminta waspada, kalau sewaktu-waktu ada asap, sediakan selalu masker,” tegasnya menambahkan.(hms)



