



SIAGANEWS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Banten, Kombes Pol Drs Listyo Sigit Prabowo M.Si, bersama dengan Gubernur Banten, Pangdam Siliwangi, Danrem, Walikota Cilegon, Kapolres Cilegon dan Dandim Cilegon melakukan penyambutan rombongan Presiden RI, Joko Widodo yang akan menghadiri Muktamar Al Khairiyah ke-9 di Ponpes Al Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon Banten.
Rombongan Presiden tiba pukul 15.30 wib, Sabtu (22/10/2016) dengan menggunakan helikopter. Selanjutnya, Presiden RI beserta rombongan tiba di Aula Ponpes Al-Khaeriyah Citangkil Kota Cilego untuk menghadiri Muktamar Al- Khairiyah ke-9, yang mengambil tema: “Bersama Membangun Integritas Kebangsaan”.
Sebelumnya, Presiden RI memberikan arahankepada Gubernur Banten Rano Karno. Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kunjungan ke Provinsi Banten ini, sebagai wujud kecintaan Presiden Republik Indonesia terhadap Provinsi Banten.
Selanjutnya, dalam Mukmtamar Al Khairiyah ke-9, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Dalam sambutannya, Presiden Republik Indonesia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia sampai saat ini masih sangat kalah dengan negara-negara lain.

Hal tersebut didasari karena masyarakat yang memiliki karakter yang selalu tidak enak dan selalu bermalas-malasan. “Padahal negara Indonesia ini merupakan negara yang sangat besar, yang seharusnya Indonesia ini menjadi negara yang sangat maju,” kata Presiden.
Karenanya, Presiden meminta kepada masyarakat Provinsi Banten, khususnya Kota Cilegon untuk selalu bersemangat dan mampu bersaing dengan negara-negara lain dalam bidang ekonomi. Apalagi kota Cilegon ini terkenal dengan Kota Industri untuk dapat memajukan bangsa dan negara Indonesia.
Ditegaskan oleh Presiden, bahwa bangsa ini harus punya ahlakul karimah yang baik. Perekonomian dunia sedang bergejolak, Alhamdulilah Indonesia stabil.
Selain itu, ditegaskan bahwa masalah Pungli atau pungutan liar, harus diberantas agar negara ini sejahtera. “Di negeri ini diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang jujur. Selama ini, ngurus KTP, ngurus sertifikat, ngurus SIM dan lain-lain, semua bayar. Sangat membebani masyarakat,” kata Presiden.
“Kita sangat tertinggal dari negara lain. Oleh sebab itu, kita harus berjuang agar mempunyai manusia yang punya integritas,” tegas Presiden.
Presiden juga menyampaikan terimakasih pada Pondok Pesantren Al Khaeriyah yang telah berbuat banyak untuk mencetak SDM yang berkualitas. “Hal-hal yang terkait dengan kemiskinan, pengangguran dan lain-lain, jangan ditutupi. Karakter bangsa ini harus diberi pesaing dulu. Contohnya baju batik. Ketika Malaysia ngambil, baru ribut. Baru semuanya rame-rame pake batik. Bank pemerintah dulu pelayanan jelek, TVRI dulu jelek, karena tidak ada pesaing. Tetapi begitu persaingan ketat, pelayanan jadi baik,” kata Presiden.
“Kita ini bangsa besar. Jangan takut pada negara lain. Kita ini terbiasa melarat, tetapi jangan malas-malasan,” tegas Presiden.
Presiden juga mengingatkan bahwa pembangunan jalan sangat penting, agar akses perekonomian lancar. Selain itu, pembangunan Irigasi harus ditingkatkan agar kita menjadi swasembada pangan.
Pada kesempatan itu, Presiden juga memanggil santri yang hafal Pancasila agar maju ke depan. Dan, bagi yang hafal, hadiahnya: sepeda!
Sekira pukul 17.10 wib, Presiden Republik Indonesia meninggalkan kampus Al-Khairiyah menuju Hotel Royale Krakatau. Selama kegiatan berlangsung situasi aman terkendali.(tbn-jateng)



