


PEKANBARU- Penasaran dengan khodam atau khasiat patung Naga dari dukun NW alias Nia, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tonny Hermawan meminta patung direndam untuk membuktikannya. Namun air tetap saja menetes dari celah sayap dan kaki patung.Mendapati kenyataan itu, Kapolresta dan Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Indra Rusdi tersenyum.
” Nah, saya imbau masyarakat agar jangan cepat percaya dengan iming-iming benda pusaka. Apalagi percaya pada benda yang tidak jelas,” ujar Kapolresta di sela-sela ekspose tersangka dan barang bukti di halaman Mapolsek Tenayan Raya, Rabu (12/10/2016).
Sebelumnya tersangka penipuan ini mengaku dua benda yang disita polisi yakni patung naga dan keris yang masing-maaing diberi nama Naga Serai dan Naga Sri memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Dengan gamblang ia menceritakan keduanya punya khasiat.
Naga Sri (keris) untuk mengobati sedangkan Naga Serai (patung naga) untuk penglaris dan menjaga diri.
” Jadi kalau patung naga direndam air akan menetes dari celah sayap. Itu kalau ada rejeki bagi yang berobat. Kaku tidak ya, airnya tidak menetes,” ujarnya. Dari pernyataan itu, Kapolres meminta ditunjukkan dan diperlihatkan khasiat yang dimaksud. Namun NW berkelit kalau Khodam atau khasiatnya sudah dicabut.
“Sudah dicabut khodamnya pak. Tadi saya puasa,” ujarnya. namun Kapolresta tetap kukuh meminta untuk dibuktikan lalu dengan berat NW mengamininya.
” Kalau mau direndam bisa saja,” ujarnya.

Setelah NW berkata demikian, Kapolsek Indra langsung membawa patung untuk direndam. Ternyata seperti patung kebanyakan tetap saja basah dan air mengalir dari seluruh badan patung. NW diringkus Polisi atas laporan penipuan, Sabtu (8/10/2016). Menawarkan benda pusaka berbentuk naga, NW meminta mahar hingga puluhan juta. Benda yang dikatakan berkhasiat ternyata hanyalah patung biasa. Menariknya NW sama sekali tidak ada dasar pengetahuan serta dasar agama yang kuat. Hanya modal patung dan keris ia mengobati pasien dari air yang dibacakan Alfatihah. Air tersebut kemudian diminumkan kepada pasien.
” Ya, saya baca bismillah dan Alfatih. Kalau rejekinya pasien sembuh,” paparnya. Ada pengakuan yang menarik dilontarkan NW, ia keturunan Prabu Siliwangi. Garis keturunan tersebut turun dari bapaknya.
” Iya, dari bapak saya keturunan Prabu Siliwangi,” ujar NW ringan.
Patung Naga dan keris yang disebutnya berkhasiat didapatkan dari sumur dan tertanam didalam tanah di area perkebunan. Pengakuan NW tersebut terang saja membuat penyidik hanya tersenyum.
” Saat diperiksa, ia mengaku suaminya seorang pemulung. Keterangan tersangka selalu berbelit-belit,” terang Kanitreskrim Polsek Tenayan Raya, Ipda Sulaeman.(*)



