


PEKANBARU,SIAGANEWS.CO – Seratusan massa aksi dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) geruduk kantor DPRD Provinsi Riau, Senin (26/9/2016). Massa aksi membawa pernyataan sikap, menolak reforma agraria palsu. Beberapa tuntutan yang disampaikan yakni meminta hentikan monopoli dan perampasan tanah, hentikan intimidasi dan teror dan kriminalisasi pada petani, turunkan harga tanah dan naikkan harga gaji buruh sampai meminta Kementrian Pertanian RI meninjau kembali Peraturan Menteri Pertanian No.3 tahun 2015.
” Kami juga mendesak pemerintah agar pendistribusian pupuk dilakukan secara merata,” ujar Koordinator Aksi, Hamzah. Aksi massa berjalan damai. Massa hanya menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap pada anggota Dewan. Pengamanan yang dilakukan oleh Kepolisian menjadikan situasi unras berjalan dengan baik.(*)



