


PEKANBARU, SIAGANEWS.CO – Y alias Dedek tersangka eksploitasi anak dibawah umur di Lokalisasi Meredan Pekanbaru, Riau mengaku ada perantara mendatangkan empat anak belia dari Banten. Pengakuan tersebut disampaikan Dedek saat dihadirkan di halaman Mapolsek Tenayan Raya, Kamis (13/4/2017). Menurutnya ia hanya menyediakan tiket untuk mendatangkan empat anak tersebut sampai ke Pekanbaru.
“Saya hanya sediakan tiket saja. Saya tidak tahu karena ada tawaran. Dan tawaran itu jelas bahwa akan dipekerjakan di lokalisasi,” ujarnya. Dedek juga menampikan bahwa ia menahan uang jasa yang diberikan tamu. Dikatakannya, uang sengaja ditahan untuk simpanan anak-anak tersebut. “Itu untuk tabungan. Saya sengaja simpan agar nanti ada yang diserahkan kalau pulang kampung,” ungkap Dedek.
Dedek juga berkelit jika ia tidak mengetahui anak-anak tersebut masih dibawah umur. Menurutnya, saat didatangkan anak-anak tersebut mengaku sudah berusia 20 an tahun.
“Saya tidak ada cek identitas. Saya hanya ditawarkan pekerja. Jadi saya terima dan dipekerjakan,” terangnya. Empat anak yang rata-rata berusia 16 tahun saat ini sudah diamankan di Dinas Sosial Pekanbaru. Rencananya mereka akan dipulangkan ke Banten. Sebelumya Polsek Tenayan Raya mengungkap eksploitasi anak dibawah umur di lokalisasi Meredan, Pekanbaru. Bisnis ilegal tersebut terungkap berkat informasi warga dan penyelidikan polisi. Empat anak didatangkan dari Banten dengan janji akan dipekerjakan di restoran dengan gaji Rp 2 juta. Namun kenyataannya, korban malah dipekerjakan sebagai pelayan kafe serta dipaksa melayani tamu lelaki hidung belang. Sekali melayani tamu jasa anak-anak di hargai Rp 250 ribu. Celakanya uang jasa itu seluruhnya diambil oleh mucikari dengan alasan pembayaran hutang transportasi dari Banten ke Riau. Komunikasi diputus oleh mucikari agar korban tidak bisa kabur dan melapor. Untuk menghindari korban hamil mucikari juga meminta anak-anak tersebut mengkonsumsi pil KB. (*)



