



SIAGANEWS.CO – Petani sayuran di Pekanbaru banyak yang mengalami gagal panen. Hal itu disebabkan oleh perubahan cuaca yang tidak menentu sejak beberapa hari terakhir.
Seorang petani sayur di Jalan Kubang Raya Pekanbaru, Masanto mengatakan, belakangan ini sayurannya tidak tumbuh subur.
Pengaruhnya adalah cuaca di Pekanbaru yang sulit diprediksi.

“Kadang hujan berhari-hari, bahkan kadang panasnya menyengat, jadi ya berefek pada tanaman.
Tanaman jadi kuning, daun sayurnya tidak lebar dan tidak segar,” kata Masanto di Pekanbaru.
Masanto mengatakan, lahan dengan ukuran setengah hektar yang diisi dengan sayur bayam dan kangkung miliknya akhir-akhir ini tidak lagi subur sehingga banyak layu dan terbuang sia-sia.
Berdasarkan cerita Masanto, pada Hari Raya Idul Fitri kemarin, ia telah mempersiapkan stok sayur untuk memenuhi permintaan konsumen pada saat lebaran. Namun, karena cuaca pada saat ramadan yang tidak menentu mengakibatkan sayurnya mati semua dan tidak ada yang bisa dijual.
“Saat lebaran kemaren sudah dipersiapkan stok beberapa petak sayur, tapi layu semua, tidak ada yang terjual, jadi ya rugi,” sebutnya.
Meski cuaca yang berakibat pada pertumbuhan sayuran, menurut Masanto tidak mempengaruhi harga sayur di pasaran. Masanto mengakui harga sayur relatif masih normal.
Masanto berharap dengan segala keterbatasan ilmu dan pemahamannya terkait cuaca saat ini, ia mampu menemukan solusi untuk sayur-sayurannya yang baru Ia tanam beberapa hari lalu untuk tumbuh subur dan bisa bersaing di pasaran.
“Semoga saja ada solusinya, tidak hanya semprot pestisida, habis kena hujan kuning lagi. Ada jalan keluarlah agar tidak rugi terus,” tambahannya. (MCR)



