


PEKANBARU,SIAGANEWS.CO – Kegiatan An Nur Agro Wisata Expo, dilaksanakan selama 10 hari, 6-15 Mei, di halaman Masjid Raya An Nur Pekanbaru. Selain pameran agro, ada juga berbagai kegiatan diantaranya, juice fay, bincang agro akan ditanpilkan ahli pertanian bagimana mencangkok, bagaimana menanam bibit dengan baik.
Selain itu, ada juga pasar lelang usaha pertanian yang memiliki pertanian unggul, groufie run, lomba kaligrafi, dan berkuda.
“Masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan ahli pertanian dan juga bagaiman memanfaatkan lahan yanh sedikit bisa dijadikan tempat untuk menanam,” kata Ketua An Nur Agro Wisata Expo, Zainul (6/5/16).
Sementara itu, salah seorang pengurus pengurus Badan Kesejahteraan Masjid Raya An Nur, menjelaskan, Tengku Arif, mengatakan, Masjid ini sudah menjadi ikon wisata religi di Pekanbaru, dengan adanya kegiatan pengajian dan dakwan yang hampir tiap hari diselenggarakan.

Untuk lebih menarik wisatawan religi baik dari dalam dan luar negri, pihaknya berinovasi dengan cara lain yakni dengan berdakwah melalui menanam. Dengan menampilkan tanaman, buah-buahan seperti Durian yang menjadi unggulan Riau, berbagai macam jenis jambu, lengkeng, Kurma, Jeruk, nenas dan buah-buahan unggulan yang ada do Riau.
“Kita coba mengembangkan dakwah melalui menanam. Kita memperkenalkan berbagai tanaman di Riau, sambil berdakwah. Masjid An Nur sudah menjadi wisata religi, saatnya kita lebih mengembangkannya,” ujar Tengku Arif.
Di lokasi pemaran tidak hanya ditampil stand agro, tetapi juga stand busana muslim baik untuk wanita dan juga pria. Selain itu panitia juga menyediakan kantin yang diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin makan dan minum.
Rafi, pemilik stand Kurma Thailand mengatakan, ia sengaja membawa Kurma Thailand di pameran untuk dijual. Kurma Thailand ini bisa ditanam di wilayah Riau dengan iklim Thailand yang sama dengan Riau, Kurma ini akan tumbuh seperti di Thailand. Menurutnya Kurma ini akan berbuah setelah berumur 4 tahun.
“Insya Allah, dengan iklim di Thailand yang sama dengan di Riau Kurma ini akan bisa tumbuh dengan baik. Kurma ini bisa mengalahkan satu hektar sawit untuk satu batang kurma. Dalam setahun berbuah bisa menghasilkam 100-300 kg buah kurma, dengan harga perkilonya Rp300-350 ribu. Kami menjual pohon ini berkisar Rp300 ribu sampai Rp1,5 juta, tergantung usianya,” jelas Rafi.
Selain Kurma, Rafi juga menjual bibit Jambu madu, dalam hitungan jam bibit jambunya, yang dijual dengan harga Rp50-150 ribu sudah terjual 10 batang. Begitu juga dengan buah Tin juga sudah terjual 6 batang. Selain menjual bibit juga ada stand yang menjual buah-buah segarnya.
“Jambu dan buah Tin banyak dibeli, ini saja sudah hampir habis. Mungkin akan ditambah lagi bibitnya. Jambu dan buah Tin ini bisa ditanam dihalaman rumah, bisa menghasilkan buah yang lumayan untuk dimakan keluarga,” jelas Rafi.
Terpisah, pengusaha Gaharu, Budi, mengatakan, melalui pameran ini ia memamerkan dan juga menjual hasil dari produk gaharunya. Bahkan Plt Gubri juga telah mencoba kopi Gaharu hasil inofasi barunya. Selain itu teh Gaharu, sabun, dan juga kosmetik yang terbuat dari Gaharu juga tidak luput dari incaran pengunjung.
“Gaharu ini banyak manfaatnya, mulai dari daun, batang, kulitnya, dan juga minyak Gaharu yang dijadikan sebagai bahan parfum dan juga kosmetik. Produk-produk Gaharu ini sudah saya pasarkan di seluruh Indonesia, di luar negri seperi China, Singapura dan Malaysia juga sudah dipasarkan,” ujar Budi. (mcr/mtr)



