



PEKANBARU,SIAGANEWS.CO- Ribuan personil TNI yang tergabung dalam pasukan penanganan Kebakaran Lahan dan Hutan di Provinsi Riau, resmi ditarik mundur, hari ini, Selasa (27/10/2015). Selanjutnya mereka akan digantikan dengan pasukan yang baru dan lebih segar, dalam upaya yang sama, yakni berburu api di lahan yang terbakar.
1.059 prajurit TNI, resmi ditarik mundur dan dipulangkan hari ini. Tugas mereka dalam pemadaman titik kebakaran lahan dan hutan sudah selesai, dan selanjutnya digantikan dengan pasukan yang baru. Pertukaran prajurit tersebut, dipimpin langsung Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
“Terimakasih sudah membantu Riau dalam menekan angka titik api hingga zero. Saya mewakili seluruh masyarakat sangat mengapresiasi kerja prajurit di lapangan yang 24 jam penuh mengamankan serta mengantisipasi titik api di kawasan yang terbakar,” sebut Plt dalam sambutannya, yang didampingi Brigjen TNI Nurendi dan Danlanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Henri Alfiandi, Selasa pagi.
Penarikan mundur pasukan itu, sambungnya, sesuai dengan intruksi Panglima TNI sebelumnya. Dimana rencananya mereka akan digantikan (rotasi) dengan prajurit yang baru, yang lebih prima, enerjik dan bugar. “Dengan tugas yang sama, yakni memadamkan titik api dan menjaga kawasan agar tidak terbakar lagi, yang bisa memicu asap,” singkatnya.

Masih terkait ini, Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima, Brigjen TNI Nurendi yang sekaligus menjadi Komandan Satgas Karlahut Riau mengatakan, pasukan yang ditarik ini berjumlah 1.059 orang, yang terdiri dari tiga satuan setingkat Batalyon (SSY), yang dipimpin oleh komandan berpangkat Kolonel Infanteri.
“Kita memiliki pasukan yang semangat. Dan kita sadar, masih ada niat orang yang tak bertanggung jawab, baik perorangan atau kelompok yang berniat ingin membakar lahan. Maka dari itu, kita akan kerahkan pasukan gelombang kedua untuk fokus mengantisipasi hal tersebut,” jawabnya.
Beralasan, tegas dia, karena hasil pemetaan di lapangan, masih banyak pelaku pembakar lahan yang berusaha melakukan hal tersebut. “Maka dari itu, kita minta mereka segera menghentikannya, karena dampaknya luar biasa bagi kelangsungan hidup orang banyak,” tegas dia usai melaksanakan kegiatan pelepasan pasukan.
“Untuk pasukan gelombang kedua yang diturunkan nanti, akan difokuskan pada penjagaan wilayah. Kalau muncul titik api, kita segera padamkan. Yang jadi fokus kita adalah pemadaman di Kabupaten Pelalawan, Inhu dan Inhil. Karena kawasan ini berbatasan langsung dengan wilayah Jambi dan Sumsel, yang cenderung dominan terjadi kebarakan lahan dan hutan,” singkanya.(grc)



