



PEKANBARU,SIAGANEWS.CO- Suasana berbeda tidak seperti biasanya terlihat diruangan Satnarkoba Polresta Pekanbaru, malah dipintu masuk ruangan Kasat Narkoba Kompol Iwan Lesmana Riza SH ditempelkan sebuah kertas bertuliskan ” Harap Tenang”. Setelah ditelusuri ternyata, Es (15) yang berhasil diringkus oleh anggota Satnarkoba Polresta Pekanbaru atas keterlibatannya atas jaringan narkoba Kampung Dalam beberapa waktu lalu menjalani Ujian Sekolah, Senin (4/4/2016) pagi.
Awalnya, bocah masih ingusan ini tidaklah dibenarkan untuk mengikuti ujian yang berlangsung saat ini. Sebelum dirinya diringkus pada Kamis (24/3/2016) malam, ternyata Es tidak pernah masuk sekolah selama sebulan. Akan tetapi berdasarkan kebijalan sekolah setelah adanya negosiasi oleh Polresta Pekanbaru, barulah dirinya di izinkan untuk mengikuti Ujian Nasional.
” Saat kita mengetahui jika dirinya masih pelajar aktif, kita langsung mengirimkan surat pemberitahuan kepada sekolahnya. Dan ternyata dirinya telah hampir sebulan lebih tidak masuk sekolah, akan tetapi setelah adanya kordinasi pihak sekolah bersedia melaksanakan ujiannya”terang Kasat Narkoba.
Dengan menggunakan baju seragam merah putih, Es yang langsung dipantau oleh Kepala Sekolahnya Bapak Amir Salim Hasibuan beserta seorang guru menjalani ujian dengan mata pelajaran Agama dan Bahasa Indonesia untuk hari ini. Dalam jadwal yang telah ditentukan, Es nantinya akan menjalani Ujian Sekolah (US) hingga Sabtu (9/4/2016) nanti.

“Karena penahanan terhadap Es lantaran masih dibawah umur berbeda dengan tahanan dewasa membuatnya tidak memiliki keterbatasan belajar sebelum menghadapi ujian. Selain itu untuk bertemu dengan orang tuanya juga kita bebaskan kapan saja,” ungkap Iwan.
Sesekali terlihat Es berpikir keras untuk mencari jawaban yang tertulis dikertas soal miliknya. Sedangkan sang guru juga dengan serius pula mengawasi Es yang sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya jika sang murid terlibat dalam jaringan narkoba.
” Selama ini dirinya memang tidak pernah ribut dengan teman sesamanya di sekolah, cuman kehadirannya untuk masuk sekolah sering kali bolong. Kita berharap tidak ada lagi korban dari kalangan anak-anak kita yang harus putus sekolah oleh narkoba,” harap Amir selaku Kepala Sekolah Es.(**)



