


SIAGANEWS.CO- Sungai Kampar kembali meluap. Saat ini puluhan ribu rumah masyarakat terendam banjir. Korban jiwa tak dapat dielakkan.Menurut pantauan wartawan, 08/02 di sepanjang sungai Kampar terlihat rumah masyarakat terendam banjir.
Puluhan ribu lahan pertanian, peternakan dan perkebunan masyarakat Kampar terendam air yang tidak diundang tersebut.Salah seorang masyarakat Desa Salo, Madi kepada wartawan mengaku bahwa rumahnya mulai di masuki air semenjak (07/02) pukul 23.00 Wib tadi malam.
Pada malam tersebut air sudah sampai lutut orang dewasa. Pada hari ini air bukannya surut, tetapi air bertambah tinggi.Kepada wartawan Madi bersama warga yang lain mengaku, banjir saat ini sangat mengkuwatirkan warga. Bagi warga yang memiliki saudara di tempat lain, maka mereka sudah banyak yang mengungsi, ungkap Madi.
Selain itu, Salah seorang Kadus di Desa Salo Timur, Hermanto mengatakan bahwa banjir saat ini lebih besar dari banjir sebelumnya.Air saat ini semakin tinggi. Ini akibat terbukanya waduk PLTA Koto Panjang, ungkap Hermanto.

Sementara itu, Salah seorang warga Desa Ranah Kecamatan Kampar, Zulhendri Zainur mengatakan, bahwa Kampar saat ini sudah bisa ditetapkan dengan status siaga 1 Banjir. Banjir saat ini tidak saja merugikan materi dan psikologi. Tetapi banjir sudah memakan korban jiwa.
Di Desa Ranah, salah seorang petani ikan, Marzuki akhirnya kehilangan nyawa. Karena air yang ganas tersebut membuat kerambah miliknya ditakuti diseret banjir. sehingga Marzuki terpaksa memperbaiki kerambah dan tali pengikat kerambahnya. “Namun naas menimpanya, Marzuki terkelincir saat memperbaiki tali tetsebut, yang akhirnya merenggut nyawa Marzuki,” ungkap Zulhendri.
Sementara itu, manajer PLTA Koto Panjang hingga berita ini diterbitkan belum dapat di konfirmasi. Seluler pribadi miliknya tidak dapat dihubungi.(mcr)



