


PEKANBARU, SIAGANEWS.CO- Sebanyak 30 an massa yang didominasi perempuan mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Minggu (2/10/2016). Massa datang guna mempertanyakan keputusan KPU yang tidak meloloskan pasangan Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah dalam tes kesehatan jelang Pilkada serentak Pekanbaru.
Massa protes keputusan tersebut dan meminta KPU menjelaskan perihal gagalnya pasangan tersebut dalam tes kesehatan. Desakan massa akhirnya diterima Ketua KPU Pekanbaru, Amirudin Sijaya. Didampingi seluruh Komisioner, Amirudin kembali mengatakan bahwa keputusan yang diambil KPU sudah berdasarkan hasil tes kesehatan yang diterima dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Arifin Achmad.
Menurutnya, adapun hasil tes kesehatan menyatakan, bahwa Said Usman saat ini ditemukan distabilitas memiliki faktor resiko yang dapat mengakibatkan ketidak mampuan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai walikota/wakil walikota.
” Kita sudah serahkan copian hasil tes tersebut kepada Said Usman dan kuasa hukumnya,” terang Amirudin. Ditambahkan Amirudin, hasil tes kesehatan juga tidak menyatakan Sa’id gagal karena terindikasi narkoba.

” Tidak ada intervensi dari pihak manapun,” terangnya.
Mendapat penjelasan tersebut, simpatisan melunak dan meminta KPU tetap menjaga netralitas. Kedatangan puluhan massa tersebut mendapat perhatian dari personel Polresta Pekanbaru.
Kasat Intelkam Polresta Pekanbaru, Kompol Sugeng Haryanto mengatakan, pihaknya tetap mewaspadai potensi yang bisa menimbulkan kekisruhan.
” Baik itu sebelum, saat dan sesudah Pilkada. Kami himbau masyarakat sama-sama menjaga proses demokrasi ini,” ujar Sugeng.(*).



