


SIAGANEWS.CO – Setelah kerjasamanya dengan Kepolisian Tiongkok membuahkan kesuksesan di antaranya dengan pengungkapan penyelundupan 1 ton sabu, beberapa waktu lalu, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus berupaya memperkokoh kerjasama internasionalnya.
Hari Senin (07-08-2017), bertempat di Ruang Kerja Kabaharkam Polri, Kabaharkam Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno, didampingi Kakorbinmas Irjen Pol Drs Arkian Lubis dan Dir Pam Obvit Brigjen Pol Drs Ahmad Lumumba, menyambut kedatangan Atase Kepolisian Korea Selatan, Senior Superintendent Jeong Jicheon, didampingi asisten Mr Seo Junghyun.
Kedatangan Atase Kepolisian Korea Selatan ini dalam rangka koordinasi terkait pengamanan VVIP, khususnya VIP Presiden maupun tamu VIP negara.
Kabaharkam Polri sangat mengapresiasi kedatangan Atase Polisi Korea Selatan tersebut. Dan menegaskan, pihaknya diminta atau tidak diminta, akan tetap melaksanakan pengamanan terhadap kegiatan Presiden Korea Selatan yang direncanakan akan berkunjung ke Indonesia.

Menurut Komjen Pol Putut Eko Bayuseno, Polri akan mem-backup pengamanan di belakang Paspampres Grup 4 yang khusus mengawal pengamanan tamu VVIP.
Sebelumnya, pada Kamis (03-08-2017), Kabaharkam Polri didampingi oleh Kakorbinmas Irjen Pol Drs Arkian Lubis dan Dir Potmas Brigjen Pol Drs Istiono MH, menyambut kedatangan Mr Kato, Mr Anzai, dan Ms Shuhei Oguchi sebagi Team Leader Japan International Cooperation Agency (JICA) Review Team, yang didampingi Mr Agus sebagi penerjemah.
Pertemuan ini membahas tentang perkembangan Polmas di Indonesia, sejauhmana dukungan kerjasama antara JICA dan Polri (Baharkam), bagaimana model Polmas yang sesuai dengan karakteristik wilayah di Indonesia, serta rencana melanjutkan program kerjasama yang baik antara Polri dan JICA.
Komjen Pol Putut Eko Bayuseno menyampaikan, dampak dan peran kerjasama dengan JICA sangat dirasakan, dan sejalan dengan progam Kapolri untuk membuat besar fungsi Binmas.
“Program 1 Desa 1 Bhabinkamtibms harus ditindaklanjuti sampai ke tingkat Polsek di wilayah. Pencegahan lebih penting daripada penindakan dan akan menekan cost bila terjadi konflik sosial,” katanya.
Kabaharkam juga meyampaikan, anggota Bhabinkamtibmas harus berlomba-lomba membuat ‘creative breakthrough’, agar bisa dikirm menambah pengalaman ke Jepang. (TBnews)



