


PEKANBARU,SIAGANEWS.CO- Tahun ini merupakan tahun pertama penerapan laporan keuangan berbasis akrual diseluruh pemerintah daerah. Kemendagri pun mengingatkan agar Pemprov benar-benar melakukan pembenahan, serta membuat laporan dengan rapi jika memang masih ingin mempertahankan Opini WTP yang telah sukses didapatkan tahun lalu.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, usai mengikuti acara teleconference di Diskominfo Provinsi Riau, Rabu (11/11/15). Hadir sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Riau diantaranya Kadispenda Riau SF Hariyanto, Kepala Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPAKD), Kepala Biro Administrasi Pembangunan Indra, Sekretaris Dinas Perhubungan Ahmad serta Kadiskominfo Yogi Getri, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fahmi Usman.
“Tahun ini adalah tahun pertama penerapan laporan keuangan berbasis akrual. Jadi kami untuk memaksimal bagaimana untuk mempertahankan (WTP) memang harus kerja keras,” kata Plt Gubri yang biasa disapa Andi Rachman.
Sejumlah catatan pun disampaikan Kemendagri pada pertemuan tersebut. Pemprov sendiri berjanji akan memberikan evaluasi sesuai dengan catatan-catatan yang disampaikan. Diantaranya, komitmen daerah meningkatkan kinerja, penguatan SDM dibidang akuntansi untuk membantu pembukuan, regulasi dan realisasi anggaran.

Pemprov sendiri papar Andi, menyatakan sudah menyiapkan rencana aksi, yang sudah disusun dalam bentuk Pergub dan pembinaan SDM serta melakukan koordinasi soal keuangan daerah kepada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Kami sama-sama membahas bagaimana laporan pertanggungjawaban keuangan itu bisa dipertahankan. Dibahas juga soal tindak lanjut temuan BPKP dan bagaimana proses penyelesaiannya. Kami juga sudah menyiapkan mastriknya, siapa yang bertanggungjwab dan kapan itu akan diselesaikan,” ungkap Andi.(mok.rtc)



