


SiagaNews — PELALAWAN —
Hadito alias Kuang (23) seorang pekerja PT Arara Abadi, di temukan tewas di areal tanaman akasia petak MRWA08860, Distrik Merawang, kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.
Operator alat berat PT Citra Holindo di temukan sudah tewas, setelah diseret sekitar 100 meter saat buang air besar (BAB) di tengah hutan akasia, Selasa (24/6/2025) sekira pukul 19.30 WIB.
Peristiwa ini terjadi saat korban pergi ke WC untuk BAB di areal hutan akasia milik PT Arara Abadi. Namun tiba-tiba diserah satwa liar dari arah belakang.

Sedangkan temannya Firmansyah, sedang berada di dalam camp mendengar teriakan korban segera bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Tapi tidak melihat korban, ketika dicek ke WC, hanya ditemukan celana dan handphone korban. Selanjutnya teman berusaha mencari dan memanggil-manggil korban, tetapi tidak ada sahutan.
Selanjutnya Firman segera menghubungi koordinator Camp Darwis dan Buyung untuk memberitahukan kejadian tersebut. Kemudian rekan-rekan korban datang beramai ramai untuk melakukan pencaharian.
Setelah ditelusuri arelah HTI PT AA, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi penuh luka robek dan hanya mengenakan celana kolor. Dengan jarak sekitar 100 meter dari camp tempat tinggal korban.
Kemudian jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Kecamatan Teluk Meranti dan selanjutnya dibawa ke rumah keluarganya di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
Sementara Kapolsek Teluk Meranti IPDA Bobby Even SH yang mendapat laporan bersama personilnya dan BKSDA Riau dan tim PT. Arara Abadi, turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Namun harimau Sumatra yang diduga telah menerkam operator alat berat yang tewas tidak ditemukan lagi dilokasi kejadian di areal kebun akasia PT Arara Abadi yang telah di kerjakan korban bersama rekannya.
Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri SIK, melalui Kasi Humas, IPTU Thomas Bernandes Siahaan membenarkan ada pekerja PT Arara Abadi tewas diterkam satwa liar tersebut.
“Hasil pengecekan menunjukkan bahwa korban diterkam oleh harimau dan dibawa ke dalam hutan. Tim melakukan penelusuran menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan banyak luka di tubuhnya,” ujar Kasi Humas.
Lanjut Kasi Humas bahwa pihak kepolisian dan BKSDA Riau telah melakukan langkah-langkah mitigasi dan berkoordinasi dengan BKSDA Pusat untuk melakukan investigasi satwa harimau tersebut.
“Atas kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat kecamatan Teluk Meranti untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari. Kami menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada terhadap keberadaan satwa liar,” tutur IPTU Thomas B
Siahaan..*****



