



PEKANBARU,SIAGANEWS.CO – Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru, mencatat sebanyak 84 persen kebutuhan ikan laut maupun darat wilayah setempat dipasok dari luar Provinsi Riau.
“Produksi ikan darat Pekanbaru hanya mampu memenuhi 16 persen kebutuhan sisanya didatangkan dari Sumbar, Sumatera Utara dan sebagainya,” kata Kadistanak Kota Pekanbaru El Syabrina di Pekanbaru, Selasa.
El sebutan akrab mantan Kadisperindag ini, menjelaskan rendahnya produksi ini dikarenakan Pekanbaru bukan wilayah pantai yang menghasil ikan laut.
Selain itu wilayah tersebut juga belum maksimal untuk pengolahan ikan darat melalui peternak mandiri maupun kelompok.

Data Distanak mencatat jumlah tangkapan darat yang dikembangkan lewat kolam dan tambak produksinya baru 14,6 ton/hari.Jika dihitung dengan kebutuhan menurut El tidak mampu memenuhi permintaan ikan kota yang mencapai 90,67 ton/hari. “Artinya ada kekurangan ikan laut dan darat sekitar 75 ton/hari, dari kebutuhan warga Pekanbaru 90,67 ton/hari,” tegasnya.
El menilai potensi perikanan Pekanbaru masih cukup besar jika melihat kondisi alam saat ini, namun masalahnya ada di sumber daya manusia/ peternak ikan yang masih minim untuk berniat mengembangkannya secara mandiri maupun kelompok. Walau diakuinya Distanak selalu berupaya mendorong peningkatan dengan pelatihan.
“Tiap tahun kami selalu melakukan pelatihan tetapi kendalanya masyarakat Pekanbaru kurang tertarik untuk mengembangkan usaha perikanan kolam,” tegasnya kecewa.(humas/pemko)



