


PEKANBARU,SIAGANEWS.CO – Untuk memajukan olahraga dan mencetak atlet berprestasi di Riau, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau terus membuat terobosan-terobosan baru dan program baru.
Misalnya saat ini Dispora Riau akan berusaha membuat Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) seimbang dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM). “Kemudian cabor yang kita miliki harus disesuaikan dengan cabor yang dipertandingkan di PON,” ujar Kadispora Riau Doni Afrialdi, Senin (23/1).
Kalau PPLP dan PPLM sudah seimbang dan cabornya sesuai dengan PON kata Doni, maka pembinaan dilakukan sangat mudah. “Sebab kalau atlet sudah tamat di PPLP bisa dilanjutkan pembinaannya di PPLM,” ucap Doni.
Selanjutnya, hal itu akan dibahas bersama KONI dan Pengprov cabor, karena setelah selesai di PPLM si atlet harus di bina oleh Pengurus cabor dan KONI. “Oleh karena itu kita harapkan sekali pengurus cabor mau melanjutkannya dan kita juga harapkan pengurus cabor itu benar orang yang matang dan mengerti dengan olahraga,” ungkap Doni.

Kalau itu sudah terlaksana jelas Doni, maka sasaran awal adalah PON 2020 di Papua. “Setelah itu kita akan berusaha menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2021,” ungkap Doni.
Untuk itu, tahun 2018 nanti Dispora Riau akan menambah 5 cabor PPLP dan 5 cabor PPLM. “Setiap tahunnya kita akan berusaha menambah 1 cabor masing-masing di PPLP dan PPLM,” papar Doni.
Lebih jauh Doni juga menyampaikan, bila program tersebut terlaksana dengan matang dan terprogram, maka kedepan Riau tidak perlu atau tidak ada lagi beli-beli atlet. “Pasalnya atlet kita sudah berkualitas dan berprestasi,” ujar Doni. (ser)



