


Jika Anda sedang mencoba menurunkan berat badan, maka mulailah dengan makan teratur. Karena efeknya terbukti jauh lebih ampuh ketimbang menjalankan pola diet tertentu. Begitu kata peneliti dari University of Helsinki dalam studi baru.
Lebih jauh, menukil The Inquisitr, peneliti menyarankan, alih-alih menurunkan berat badan dengan pola diet tertentu atau melewatkan makan, lebih penting untuk fokus pada makan teratur dengan porsi biasa alias tak dikurang-kurangi. Intinya, Anda makan cukup, sehat dan kenyang.
Saran itu berasal dari hasil temuan yang menunjukkan, kebiasaan makan teratur dan tanpa berdiet bisa menjadi cara yang tahan lama dalam menjaga berat badan tetap sehat.
Mengapa bisa begitu?

Ulla Karkkainen, ahli terapi nutrisi yang juga meneliti studi baru mengatakan, orang sering kali mencoba mencegah dan mengelola kelebihan berat badan dengan berdiet dan melewatkan makan.
Meskipun diet kelihatannya bisa jadi solusi yang logis,”Itu benar-benar dapat meningkatkan berat badan dan gangguan makan dalam jangka panjang,” ujarnya dalam pernyataan.
Memang, pada dasarnya semua diet sama saja. Berdasarkan studi sebelumnya yang baru-baru ini dipublikasikan di JAMA (Journal of the American Medical Association), tak benar bahwa ada satu jenis diet bisa lebih efektif dibanding yang lain, karena tubuh tiap orang merespons dengan cara berbeda.
Pun jika berhasil menurunkan berat badan, efeknya bisa tidak bertahan lama andai penerapannya salah.
Untuk studi, peneliti melibatkan lebih dari 4.900 orang dewasa muda lelaki dan perempuan di Finlandia. Peserta diminta menjawab survei soal faktor-faktor yang berisiko memengaruhi berat badan dan perubahan berat badan mereka. Studi dimulai ketika peserta berusia 24 tahun, dan ditindaklanjuti 10 tahun kemudian ketika mereka berusia 34.
Dalam rentang sedekade itu, sebagian besar peserta bertambah berat badan. Perempuan mengalami kenaikan rata-rata 0,9 KG, dan lelaki 1 KG. Sementara sisanya, cuma 7,5 persen perempuan dan 3,8 persen laki-laki yang kehilangan berat badan.
Selain pola makan dan kebiasaan makan yang tidak teratur, peneliti juga mencatat sejumlah faktor yang memengaruhi kenaikan berat badan masing-masing jenis kelamin.
Bagi perempuan, variabel seperti teratur mengonsumsi minuman manis, melahirkan dua anak atau lebih, dan kepuasan hidup yang buruk ternyata berpengaruh. Sementara lelaki perokok berisiko paling tinggi.
Sementara itu, faktor-faktor yang menjaga berat badan tak mudah berubah, pada perempuan adalah dengan rajin berolahraga. Dan pada lelaki, adalah dengan memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi.
Karenanya, selain simpulan dan saran yang telah disebutkan di bagian awal, peneliti juga bilang, untuk menjaga berat badan tetap sehat, penting juga agar orang menyadari faktor-faktor yang memengaruhi kesejahterannya, dan menemukan “rasa yang lebih umum” untuk memaknai hidup.
Dengan begitu jelas, studi baru tentang mengelola berat badan yang diterbitkan dalam Journal Eating Behaviors ini sebetulnya kembali menegaskan pengetahuan lama–yang kerap diabaikan karena kemunculan beragam tren diet–bahwa makan teratur bisa sedemikian ampuh dalam menurunkan berat badan.
Salah satunya penelitian yang pernah diungkap para pakar metabolisme di Harvard University Medical School. Mereka menemukan bahwa sesehat apa pun Anda berdiet, jika makannya tidak teratur justru mengacaukan metabolisme tubuh.
Selain itu, studi ini juga menepis anggapan umum terkait konsep “Makan sedikit, olahraga lebih banyak” yang selama ini dipahami sebagai landasan dasar dalam menjaga berat badan tetap sehat.
Padahal, sejak lama peneliti dari Harvard School of Public Health telah mengkritisi konsep tersebut, dan menganggapnya terlalu sederhana. Menurut mereka, olahraga rutin dan teratur memang baik, tapi tidak demikian dengan memangkas makanan.
Pasalnya, perut yang lapar menjadikan orang lebih sensitif karena lelah fisik dan mental. Apalagi, semakin dilarang orang biasanya lebih penasaran. Alhasil, dorongan “kelaparan” yang harusnya tak diabaikan karena menandakan fungsi biologis alami tubuh pun makin menjadi-jadi.
Akibatnya, kita sulit mengelak, makan lebih banyak, dan kembali naik berat badan. Bahkan lebih dari sebelumnya.
Lantas, bagaimana caranya memulai makan teratur yang sehat dan mengenyangkan, tanpa kebablasan?
Kepada News.com.au, ahli nutrisi dan olahraga Kathleen Alleaume menyarankan, ketimbang langsung berhenti diet, buat perubahan kecil pelan-pelan. Singkatnya, jangan lagi mengikat diri dengan aturan diet ketat seperti melarang makan malam, atau melabeli banyak makanan secara negatif.
Sebaliknya, seperti dianjurkan situs Care2.com, lebih berfokus pada makan sehat ketimbang besar kiloan. Pada kualitas, dibanding kuantitas. Contohnya memperbanyak sayur dalam sepiring nasi dengan daging.
Jika makanan itu bernutrisi, dan sesuai porsi mengenyangkan bagi Anda, maka habiskanlah dengan bahagia. Tanamkan pula kesadaran bahwa Anda menurunkan berat badan karena ingin sehat, sehingga terbiasa mematuhinya, dan tidak berlebihan.



