


PEKANBARU, SIAGANEWS.CO – Sebelas bulan menjabat Kasatlantas Polresta Pekanbaru, sosok Kompol Budi Setiawan Sik, Mik sudah meninggalkan kesan bagi bawahannya.
Kedekatannya dengan personel melalui kepemimpinan yang disiplin memberikan perubahan-perubahan yang signifikan pada Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru.
Ya, sosok Budi yang akan mengakhiri jabatannya di Satlantas Polresta Pekanbaru dan akan segera mengisi jabatan Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Riau memang begitu lekat kedekatannya.

Dalam setiap kegiatan sebagai personel Polri, Budi menjunjung tinggi profesionalitas. Namun disaat pertemuan diluar tugas, Budi tampil dengan pendekatan yang mampu memberikan kenyamanan dan kekompakan personel.

Lelaki penghobi olahraga basket dan nonton film ini mampu memberikan nuansa yang berbeda bagi internal satuannya. Tidak jarang ia hadir ditengah personel yang butuh waktu untuk bersenda gurau guna menghilangkan kepenatan.
Agenda nonton bareng menjadi salah satu jembatan bagi Budi untuk lebih akrab dan kenal. Tidak hanya itu, Budi juga mampu mengakomodir hobi personelnya. Bahkan motivasi pun tidak pernah tanggung-tanggung ia berikan. Seperti memimpin klub basket Polresta Pekanbaru sampai meraih prestasi yang membanggakan.
Suami dari Furigawathie ini tidak tampak canggung meski berbaur dengan personel diluar kesatuan. Pola pendekatannya menjadikan kerap terjalin tegur sapa dan komunikasi yang harmonis.

Lulusan Pasca Sarjana Ilmu Kepolisian tahun 2014 ini juga tidak segan-segan memberikan apresiasi dan penghargaan bagi personel yang memiliki prestasi dalam menjalankan tugas. Maka tak heran masa kepemimpinan Kompol Budi Setiawan, beberapa prestasi diraih oleh bawahnnya. Prestasi yang secara tidak langsung menunjukkan kapabilitasnya sebagai seorang pemimpin.
“Polisi bukan hanya sekedar profesi, tapi juga sebuah jalan untuk mengabdi,” ungkap Budi Setiawan.
Quick Respon
Melalui komunikasi yang dijalin, Polantas semakin memberikan kenyamanan ditengah masyarakat. Kehadiran Polantas ditengah masyarakat benar-benar dirasakan.
Meski dalam giat razia sekalipun masyarakat justru memandang ada pola pendekatan berbeda yang dilakukan polisi. Tidak hanya sekedar memberikan sanksi belaka namun dalam setiap giat Polantas menyelipkan berbagai informasi dan arahan serta pemahaman untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengendara.
Respon yang cepat (quick respon) menjadi salah satu kunci bagaimana masa kepemimpinan Budi Setiawan, Satlantas Polresta Pekanbaru selalu tampak hadir disaat dibutuhkan.
Jika sudah berbicara tugas sebagai personel polri sebagai pengayom masyarakat, maka waktu tidak menjadi kendala.
“Karena tugas polisi adalah pelayan masyarakat. Jadi rutinitas yang dijalankan juga harus dilakukan dengan ikhlas dan tentu saja untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” terang Budi.

Kondisi cuaca tidak menjadi hambatan. Siang malam hanyalah pergantian waktu yang dimaknai sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Ketika ada laporan, baik soal kemacetan serta gangguan kamtibmas lainnya segera direspon.
Kenyataan yang kadang tampak bahwa tugas personel lantas tidak hanya sekedar memberikan kenyamanan masyarakat berkendara namun juga memberikan rasa aman.
Beberapa pengungkapan diluar tugas soal jalan raya, mampu ditunjukkan. Personel lantas dibawah kepemimpinan Budi malah tampil dalam integritas yang tiggi sebagai anggota Polri.
Pengungkapan narkoba, sampai kejar-kejar dan berjibaku dengan pelaku kejahatan jalanan ditunjukkan personel lantas semasa Budi. Itu semua karena cepatnya respon yang diberikan saat ditemukan atau adanya laporan dari masyarakat.
Lelaki yang pernah mengikuti pendidikan informal (kursus) Icitap (Internasional Criminal Investigative assitence Program) di Pontianak tahun 2010, Comparative Study on The Development of Police Studies di Wallington, New Zealand tahun 2013 serta Enhancement for Nationwide Polmas Activities Development di Jepang tahun 2015 ini kini terus mengikuti jenjang karirnya di Kepolisian.
Tentunya dengan pendekatan dan pola komunikasi yang ramah dengan bawahan menjadikan bapak tiga anak ini akan semakin mendapat tempat. Diluar itu semua pribadi dan motivasi kuatnya untuk memberikan perubahan dan pembaharuan pada instansi Polri menjadi segalanya.
Sebelum meninggalkan jabatan Kasatlantas Polresta Pekanbaru beberapa penerapan yang semakin memudahkan kinerja anggota lantas sudah diterapkan secara bertahap. Seperti penerapan E-tilang untuk mempermudah penerapan sanksi lewat sistem teknologi informatika. Hebatnya lagi Satlantas Polresta Pekanbaru menjadi pilot project di jajaran Polda Riau untuk aplikasi tersebut.
Berbicara soal pelanggaran lalu lintas, Budi yang pernah memimpin Polresta pekanbaru meraih juara dua dalam lomba Polmad yang yang diikuti 17 Polda se Indonesia tahun 2016 ini sempat menyoroti kebiasaan pelajar. Karena itulah ia kemudian melahirkan pola pemahaman pelajar dalam berkendara lewat alat simulator berkendara.
“Pelatihan alat peraga simulator sangat bermanfaat untuk memberikan pengetahuan pada pelajar bagaimana harusnya mereka berkendara. Sejak usia sekolah jelang mereka mendapatkan SIM, pelajar harus terlebih dahulu paham,” ungkap Budi yang pernah mengikuti studi banding Polisi ke Selandia Baru untuk program S2.(*)



