


PEKANBARU, SIAGANEWS.CO- Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Tonny Hermawan menjadi salah satu narasumber Seminar Nasional dgn tema “Peran Mahasiswa Didalam Demokrasi” yang ditaja oleh BEM Fak. Syariah dan Hukum UIN Suska Riau, Sabtu (17/9/2016) pagi.
Dalam seminar yang difokuskan pada pelaksanan Pilkada serentak di Pekanbaru dan Kabupaten Kampar tahun 2017 itu, mewakili instansi Polri, Tonny secara lugas dan mendalam menyampaikan peran penting Polri dalam menjaga proses Pilkada. Dihadapan seratusan mahasiswa, Tonny menyebutkan, komitmen Polri akan melaksanakan peran secara netralitas dan tidak berpolitik praktis. Dengan demikian diharapkan pilkada damai akan tercapai.
” Peran Polresta Pekanbaru dalam penyelenggaraan pilkada yaitu melakukan pengamanan dengan melibatkan unsur terkait dan melakukan penegakkan hukum bekerjasama dengan Kejaksaan dan Panwaslu,” terang Tonny.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Rektorat lantai 5 UIN Riau Pekanbaru, juga menghadirkan Bawaslu Riau, KPU Kota Pekanbaru, KPU Kampar Ahmad Dahlan, Kadis Pemuda dan olah Raga Riau sebagai narasumber.

Tujuan seminar itu sendiri diharapkan mahasiswa paham dan mengerti pelaksanaan pilkada di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar melalui pihak yang berkompeten dalam pelaksanaan pilkada. Beberapa point penting yang dihasilkan dari seminar yakni mengajak mahasiswa agar menyalurkan hak pilihnya sesuai hasil penilaiannya terhadap visi misi calon.
Pilkada akan diawasi, baik oleh lembaga pengawasan pilkada melalui Bawaslu, masyarakat, termasuk mahasiswa sehingga diperoleh demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.
Kemudian KPU akan menjadi penyelenggara yang bersih dan menjaga netralitas serta akan memperkecil terjadinya kecurangan. Bawaslu untuk memperbaiki dan membangun pilkada yang berkualitas yaitu dengan harus memperbaiki penyelenggara, Pemerintah, masyarakat dan perangkat peraturan pilkada.
Selanjutnya masyarakat juga diberi peluang untuk mengawasi pelaksanaan pilkada, karena demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Terakhir peran mahasiswa dan pemuda sangat berandil pada pelaksanaan demokrasi di Indonesia.(*)



