


SIAGANEWS.CO – Mantan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan, hendak mengakhiri karirnya sebagai pejabat tingi di Korps Kepolisian Republik Indonesia. Anton ingin mengadu nasib pada bursa perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.
Hal itu Anton utarakan di sela-sela kegiatan Silaturahmi Curah Gagasan Bakal Calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Hotel Horizon, Bandung, Rabu (25-10-2017).
“Iya, kalau terpilih dan diusung oleh partai, Insya Allah saya siap untuk memakmurkan Jawa Barat,” tutur Anton Charliyan.
Saat ditanya terkait masa dinasnya di kepolisian, ia mengatakan saat ini ia masih tercatat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan di Kepolisian Republik Indonesia (Waka Lemdiklat Polri), ia belum mengajukan pengunduran diri. Pasalnya, saat ini hanya menghadiri curah gagasan bakal calon Gubernur.

“Ini kan sifatnya masih Balon (bakal calon), belum calon. Nanti kita ikuti aturan saja dulu lah. Nanti begitu pendaftaran kalau harus mengundurkan diri, yah, kita siap mengundurkan diri,” katanya.
Anton juga mengatakan, apa yang menjadi keinginannya itu sudah diketahui oleh pimpinannya, yakni Kapolri dan Kalemdiklat. Terkait masalah dukungan dari pimpinan, Anton enggan merinci, ia hanya mengatakan kalau apa yang ia rencanakan sudah diketahui oleh pimpinan Polri.
“Yah, kalau dipilih oleh partai, tentunya pimpinan merasa bangga ada salah satu Patinya terpilih dan diberi kepercayaan oleh partai,” sebut Anton.
Saat ditanya masalah visi dan misi yang ia paparkan pada saat tampil memaparkan visi misi pada acara silaturahmi Curah dan Gagasan Bakal Calon Gubernur, Anton mengatakan, “Visi dan misi saya adalah Jawa Barat yang makmur, dejahtera, berkah ke anak cucu, bukan berkah hari ini saja tapi sampai ke anak cucu.”
Mantan Kapolda Sulsel itu juga menyebutkan bahwa saat ini Jawa Barat butuh pemimpin yang bisa mengatasi kesenjangan-kesenjangan sosial, sebab Jawa Barat saat ini masuk pada kategori provinsi termiskin ketiga di Indonesia. Selain itu, Kata Anton, Jawa Barat juga adalah merupakan provinsi yang banyak melahirkan para pelaku intoleransi dan terorisme.
“Dalam beberapa waktu terakhir, dari 60 tersangka teroris yang berhasil ditangkap, 40 di antaranya adalah warga Jawa Barat. Untuk itu Jawa Barat butuh sosok pemimpin yang revolusioner mampu meredam aksi-aksi radikalisme dan terorisme agar Jabar lebih maju lagi,” tutup Anton Charliyan. (Sumber:TBnews)



