


Bidadari Indonesia sapa warga
Jakarta, Siaganews.co-Kali ini Bidadari Indonesia menyapa warga DKI di dua tempat berbeda. Dengan kegiatan utama Revolusi Putih di sekolah PAUD Ceria rawajati Kalibata.

Kegiatan pembagian susu gratis tersebut diikuti oleh 50 siswa PAUD ceria bersama guru-gurunya di temani dengan karang taruna setempat. Ditengah kegiatan revolusi putih tersebut Bidadari sangat bangga dan sedih dengan kondisi sekolah PAUD Ceria. ” saya bangga melihat semangat belajar mengajar oleh guru dan anak-anak paudnya, satu sisi saya sangat sedih melihat kondisi PAUD yang mengenaskan akibat banjir beberapa waktu lalu” ujar ketua umum Monica Armi Soraya.
Di tengah keprihatinan tersebut anak-anak PAUD tetap ceria dalam menjalankan aktivitasnya. Di sela-sela kegiatan itu, Bidadari Indonesia bersama karang taruna setempat bersepakat untuk mencari solusi tentang permasalah yang dihadapi paud ceria.
“Insya Allah kami (Bidadari Indonesia bersama Karang taruna setempat) akan membantu dan mengupayakan solusi untuk masalah paud ceria ini, karena biar bagaimanapun anak-anak ini tetap harus mendapatkan hak belajarnya. Biarlah kami sebagai orang tua yang wajib mencari jalan keluarnya bersama pihak yang terkait dalam proses pendidikan ini, mudah-mudahan dalam waktu secepatnya kami bisa mendapatkan solusinya untuk mereka semua” tambah ibu Monica.
Setelah dari paud tersebut di hari yang sama Bidadari Indonesia meluncur ke wilayah grogol utara kebayoran lama untuk mengunjungi warga khusus Bidadari Indonesia. Salah satu warga khusus Bidadari Indonesia bernama nenek Akim “Alhamdulillah doa saya dikabulkan sama Allah SWT, rasa kangen saya terhadap perempuan yang berhati mulia hari ini terwujud dengan didatangi ibu Monica” ujar nenek Akim. Selain kunjungan ke warga khusus Bidadari Indonesia dengan pemberian alat bantu jalan di grogol utara , Bidadari Indonesia di minta untuk berkunjung ke salah satu nenek Sri yang tinggal seorang diri di dalam gubuk kecil di atas saluran air. “Ketika saya bertemu beliau langsung, saya sangat terkejut melihat kondisi nenek Sri beliau hidup sebatang kara tidur di dlm gubuk -/+ 1×3 meter.

Dibalik gedung megah kota Jakarta masih ada warga jakarta yang hidupnya seperti yang di alami nenek Sri” imbuh ketum Bidadari Indonesia.
Nenek Sri perempuan renta yang menderita penyakit stroko tangan kirinya dan menurut keterangan warga menderita lumpuh di kakinya hanya bisa duduk dan tiduran dalam gubuk tersebut. Nenek yang sehari-harinya hidup dsngan bantuan warga sekitar sangat bahagia ketika di datangi oleh Bidadari Indonesia raut kebahagiaan terpancar dari wajah nenek tersebut ketika ketua umum bercanda dengan nenek Sri.
Insya Allah setelah dari sini saya akan menginformasikan kepada pak Gubernur ataupun pak wagub agar ibu Sri bisa menjadi perhatian dari pemerintah DKI, biar bagaimanpun beliau adalah manusia yang harus kita manusiakan dan saya akan menyarankan agar nenek Sri ini bisa ditempatkan di tempat yang layak dan sehat minimum di pantinya jomponya pemprov DKI agar kesehatan nenek Sri terjamin. Dan saya juga berharap jangan sampai di kota tercinta jakarta jangan ada lagi nenek Sri nenek Sri yang lain” ujar Monica Soraya.




