


PEKANBARU, SIAGANEWS.CO- Riko Afrizal tak mengira berawal dari cekcok mulut dengan seorang pengendara sepeda motor justru berujung penganiayaan. Lengan kirinya berdarah setelah dibacok oleh seorang lelaki yang menurutnya sempat cekcok mulut tadi. Kepada polisi, Afrizal menceritakan perihal mula ia menjadi korban penganiayaan.
Afrizal mengatakan pada Kamis (20/10/2016), saat mengemudikan angkutan kota (angkot) ia melintas di Jalan Proyek Baru, Kecamatan Lima Puluh. Kemudian ia memotong mobil yang ada didepannya. Namun saat itu jalan sempit karena ada galian kabel. Disaat bersamaan terlapor melaju dengan sepeda motor dari arah depan. Keduanya nyaris tabrakan. Kondisi itu membuat terlapor tersulut emosi.
Afrizal mengakui dimaki dan disebut dengan perkataan kotor oleh terlapor. Keduanya terlibat cekcok mulut yang selanjutnya diredakan warga sekitar. Afrizal mengira persoalan sudah selesai. Namun terlapor kembali mendatanginya saat Afrizal berada di sebuah bengkel mobil di Jalan Tanjung Batu. Terlapor mengayunkan parang panjang hingga mengenai lengan kiri. Terlapor kabur sedangkan Afrizal menanggung sakit akibat bacokan tersebut. Tidak terima, Afrizal pun melaporkannya ke Polisi.
Kapolsek Lima Puluh, Kompol Rinaldo Aser mengatakan laporan korban masih dalam proses.

” Pelakunya juga masih lidik,’ ujar Rinaldo.(*)



