


PEKANBARU, SIAGANEWS.CO – Banjir melanda perumahan Hangtuah Cipta Residence di RW 13 Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Mingu (30/4/2017). Hujan deras yang turun menyebabkan puluhan perumahan terendam air.
Ketinggian air bahkan mencapai 75 centimeter.
Air deras yang mengalir dari sungai Sail tidak mampu ditampung sungai kecil yang berada di perumahan. Akibatnya air meluap memasuki rumah warga.
“Tadi air masuk sekitar pukul 03.00 WIB. Air dalam jumlah yang besar terus menggenangi lantai rumah dan perabotan,” terang salah seorang warga bernama Dodi. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh hujan deras yang turun kemudian tidak lancarnya aliran di sungai kecil.
“Barang-barang eletronik langsung diselamatkan. Sedangkan beberapa perabot mau tak mau tergenang air,” terang Dodi.
Pemilik usaha bubur ayam bernama Dani yang juga terdampak banjir menceritakan, air dalam jumlah yang besar datang secara tiba-tiba.
“Seperti air bah gitu. Bergemuruh. Saya malah tidak sempat menyelamatkan kasur dan perabotan lainnya,” terang Dani.
Ditambahkannya, meski lantai rumahnya sudah ditinggikannya, namun dengan air yang masuk mencapai ketigian 75 centimeter lantai rumah tetap terendam.
“Lihat lah pak. Lantai rumah sudah ditinggikan. Tapi air tetap saja masuk,” terangnya.
Kondisi banjir yang terjadi menjadikan beberapa warga memilih mengungsi. Menurut Ketua RW 13, H Dudung Sulaeman banjir yang terjadi karena arus deras air dari Sungai Sail terus mengarah ke sungai kecil perumahan.
“Sementara kondisi sungai kecil. Hujan yang deras tadi malam menjadikan debit air terus bertambah,” ujar Dudung.
Menurut Dudung, ada sekitar 25 rumah yang terdmapak langsung dari banjir tersebut. Beberapa rumah lainnya juga tergenang.
“Kami sudah mengupayakan mengajukan anggaran untuk perbaikan drainase. Dalam musrembang tingkat kelurahan sampai kecamatan. Namun informasi yang saya dapatkan baru bisa direalisasikan pada tahun 2018,” terang Dudung.
Dengan kejadian banjir tersebut ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk lebih respon dan cepat tanggap.
“Jika kondisi ini dibiarkan saya khawatir malah akan semakin parah. Setidaknya adalah tindakan dari dinas terkait. Apa yang warga harapkan (soal anggaran pembangunan turap dan perbaikan drainase) bisa lebih cepat direalisasikan,” pungkas Dudung. (*)
Related



