
PEKANBARU, SIAGANEWS.CO – Aksi bejat pelaku setan jalanan alias jambret yang telah memakan korban meninggal dunia beberapa bulan terakhir benar-benar membuat Kepolisian gerah, malah terkadang pelaku nekat untuk melakukan perlawanan saat dirinya diringkus. Untuk itu, Wakapolresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK memerintahkan anggotanya melakukan tindakan terukur dan terarah atau tembak ditempat jika memang diperlukan.
” Terkadang mereka saat kita ringkus malah mencoba melakukan aksi perlawanan, dan jika demikian pelaku akan kita lumpuhkan. Malah bagi mereka yang menggunakan senjata lakukan upaya tembak ditempat,” tegas Wakapolresta saat dijumpai diruang kerjanya, Jum’at (18/3/2016) siang.
Diutarakan Putut, dari hasil tangkapan jajaran Polresta Pekanbaru mayoritas pelaku jambret merupakan anak dibawah umur. Hal ini pula yang membuat petugas Kepolisian sulit melakukan upaya penindakan tegas. Jika demikian, mantan Kapolres Siak ini meminta agar adanya pengawasan ekstra orang tua dalam kegiatan sehari-sehari sang anak.

Selain itu, dijelaskan lebih jauh oleh AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK bahwa peran korban sendiri dalam aksi kriminalitas jambret juga sangat berpengaruh besar. Misalnya menggunakan tas sandang saat berkendara atau menggunakan emas yang mencolok di jalan raya.
“Mayoritas korban adalah kaum hawa, meski telah berulang kali diberitakan dan dilakukan himbauan tetapi masih saja menggunakan tas dan perhiasan dijalan hingga memicu pelaku berbuat aksi penjambretan Untuk itu kami menghimbau agar masyarakat tidak menggunakan barang yang memudahkan pelaku menjalankan aksinya,”tutup Wakapolresta.



