


PEKANBARU, SIAGANEWS.CO – Sepasang suami istri di Pekanbaru ini hanya bisa pasrah setelah aksi pencurian sepeda motor yang mereka lakoni berhasil diungkap polisi. BS (35) dan NP (40) sudah setahun belakangan ini menjalankan aktifitas tersebut di wilayah hukum Kota Pekanbaru. Kepada polisi keduanya mengaku baru tiga kali menjalankan aksinya. Alasannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Sejak suaminya tidak bekerja, tersangka NP terlibat dalam pencurian sepeda motor,” terang Kapolsek Lima Puluh, Kompol Rinaldo Aser melalui Kanitreskrim Ipda Bahari Abdi disela-sela ekspose di Mapolsek Lima Puluh, Senin (10/4/2017).
Tersangka NP tidak hanya sebagai orang yang mengawasi saja namun juga eksekutor atau yang mengambil sepeda motor.
“Jadi peran masing-masing bergantian. Kalau tersangka BS yang mengambil sepeda motor maka tersangka NP yang mengawasi demikian sebaliknya,” terang Abdi.
Tersangka BS dan NP mengaku nekat melakukan pencurian sepeda motor karena terdesak ekonomi. Dengan empat orang anak yang harus dihidupi maka kebutuhan juga semakin tinggi. Terlebih lagi BS sudah tidak punya pekerjaan tetap. Sedangkan anaknya juga ada yang tengah sekolah.
“Ngakunya untuk kebutuhan ekonomi. Karena tersangka punya empat orang anak. Sepeda motor hasil curian kemudian dijual tersangka dengan harga yang bervariasi,” terang Abdi.
Dua kali aksi pencurian yang dilakukan keduanya berhasil tidak terdeteksi kepolisian. Namun pada aksi ketigakalinya di parkiran rumah sakit Petala Bumi, Pekanbaru, aksi suami istri ini terekam kamera CCTV. Setelah korban melaporkan kehilangan sepeda motor polisi kemudian mempelajari rekaman CCTV tersebut. Hasilnya, BS dan NP diketahui sebagai pelaku dan polisi berhasil meringkusnya di Jalan Sago, Kecamatan Tenayan Raya.
“Pada aksi ketiga kali ini, tersangka NP yang melakukan eksekusi. Tersangka masuk ke parkiran kemudian membawa satu unit sepeda motor,” papar Abdi. Kini keduanya mendekam di tahanan Mapolsek. Harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. (*)



