


SIAGANEWS.CO – Peserta Aksi 313 mulai berdatangan ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/17).
Mereka melakukan long march ke Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi terkait status Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tersandung kasus dugaan penistaan agama.
Peserta aksi datang dengan berjalan kaki dari Masjid Istiqlal. Mayoritas peserta aksi mengenakan baju koko berwarna putih dan tak ketinggalan kopiah di kepala.
Sebagian dari peserta aksi ada juga yang membawa bendera bertuliskan kata-kata tauhid yang mereka kibarkan sembari berjalan.
Peserta aksi tak hanya berasal dari orang dewasa, namun anak-anak yang masih di bawah umur pun mengikuti aksi yang diiniasi oleh Forum Umat Islam (FUI) .

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono memastikan massa Aksi 313 tak akan diizinkan mendekati Istana.
“Di tahan di Patung Kuda,” ujar Kombes Argo di lokasi pengamanan, Jumat (31-03-2017).
Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu lantas menjelaskan alasan peserta aksi tidak diizinkan mendekati istana. “Ada peraturan yang mengatur tidak boleh mendekat ke istana,” katanya.
Menurutnya, hal itu merujuk Peraturan Gubernur DKI Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang terbuka. Merujuk peraturan itu maka demonstrasi hanya boleh dilakukan di tempat yang telah ditentukan. Yakni Parkir Timur Senayan, Alun-Alun Demokrasi DPR/MPR, dan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas).
Sementara untuk pengamanan, Kombes Argo enggan menyampaikan detail personel yang disiagakan. Dia hanya mengatakan, petugas keamanan berasal dari gabungan TNI dan Polri. “Aparat ya cukup banyak lah,” ungkapnya.
Sekadar informasi, massa Aksi 313 akan berawal di Masjid Istiqlal. Seusai salat Jumat, massa akan bergerak menuju Istana Merdeka.
Tuntutan massa adalah mendesak Presiden Joko Widodo mencopot Basuki T Purnama dari posisi Gubernur DKI. Pasalnya, gubernur yang beken dipanggil dengan nama Ahok itu menjadi terdakwa penodaan agama terkait pidatonya yang menyinggung Surah Almaidah.(TBnews)



