


PEKANBARU, SIAGANEWS.CO- Satgas Karlahut yang setiap Kecamatan dibentuk oleh Polresta Pekanbaru dengan terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Aparatur Pemerintah dan masyarakat terus berusaha berjuang memadamkan api yang membakar beberapa lahan. Penanganan pemadaman yang bertepatan dengan hari kemerdekaan, membuat personil Satgas Karlahut harus mengibarkan merah putih dalam pekatnya kabut asap, Rabu (17/8) pagi.
Seperti yang dilakukan oleh Kapolsek Payung Sekaki AKP NM Marbun dengan personil gabungan Satgas pemburu karlahut, empat hari bercucuran keringat untuk menaklukkan api yang mengancam musibah kabut asap di salah satu lahan di jalan Beringin Ujung Kecamatan Payung Sekaki, belasan petugas tetap melakukan upacara kemerdekaan 17 Agustus dengan sederhana.
“Hari ini tinggal pendinginan saja, karena lahan bergambut mempersulit kita untuk melakukan pemadaman. Karena hari ini sangat beharga, kami sengaja melakukan upacara kecil dengan mengibarkan bendera,” kata Kapolsek dilokasi.
Marbun menilai, jika upaya pemadaman dilakukan oleh pihaknya dan personil yang lain, bukanlah suatu beban sebagai Polri. Hanya niat tulus agar musibah asap tidak menimpa masyarakatlah yang menjadikan pekerjaan pemadaman bukan suatu beban.
“Ada suatu kebanggan disaat api ini berhasil kami padamkan mesti kamipun telah menghirup asap lebih dari 21 jam, anak, istri dan ribuan masyarakat berhasil kami selamatkan walau hal yang kami lakukan ini bukanlah suatu perbuatan besar,” ujarnya.



