


SIAGANEWS.CO – Kepolisian Daerah Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Pol Kristiaji mengingatkan seluruh jajarannya dan anggotanya agar selalu mewaspadai kelompok-kelompok radikal yang muncul saat ini.
Menurut Kombes Pol Kristiaji, kelompok radikal dan terorisme sekarang tidak selalu berafiliasi langsung dengan ISIS maupun Alqaeda.
“Sudah ada kelompok-kelompok masyarakat secara individu yang belajar atau teradikalisasi melalui berita-berita di internet,” ujar Dirreskrimum Polda NTB, saat memimpin apel pagi pada hari Rabu (12-07-2017) di Lapangan Gajah Mada Polda NTB.
Perwira polisi berpangkat melati tiga itu menambahkan, para kelompok teroris itu akan menjadikan sasaran atau menyerang aparat kepolisian yang sedang bertugas dan berjalan sendirian.

“Saya ingatkan kepada seluruh rekan-rekan baik yang berseragam maupun yang menggunakan preman jika dalam perjalanan dari rumah ke kantor atau sedang melaksanakan tugas di lapangan agar selalu hati-hati dan waspada,” imbau Kombes Pol Kristiaji.
Hal ini menjadi perhatian bagi Dirreskrimum Polda NTB mengingat kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu di Sumatera Utara, walaupun masih dalam pendalaman terkait motif apa yang menjadi tujuan dari pelaku.
Kata dia, saat itu seorang Polantas sedang mengatur lalu lintas pagi hari sekitar pukul 6, kemudian ada seseorang pengendara menggunakan sepeda motor menerobos kemudian menabrak secara langsung anggota lantas yang sedang bertugas
“Indikasinya belum ke arah terorisme tetapi hal-hal seperti ini patut dijadikan perhatian khusus bagi kita selaku aparat kepolisian,” imbuh Dirreskrimum Polda NTB.
Menurut Kombes Pol Kristiaji, masyarakat yang mungkin awalnya tidak puas dengan layanan kepolisian kemudian membaca berita provokatif di internet lalu menjadi radikal, hal tersebut cukup untuk menjadikannya berani untuk bersiasat sendiri menyerang aparat kepolisian yang sedang bertugas. (TBnews)



