



Menuju Zero Accident Tahun 2020
PEKANBARU,SIAGANEWS.CO- Angka kematian diakibatkan insiden kecelakaan lalu lintas (lakalantas) ternyata setiap tahunnya tak pernah menunjukan penurunan drastis. Malah dinyatakan meningkat setiap tahunnya. Hal ini dibuktikan berdasarkan data resmi yang dirilis World Healt Organization (WHO) awal November kemarin yang menyebutkan, lakalantas menempati urutan kelima penyebab kematian tertinggi penduduk dunia.
Secara jumlah kejadiannya, WHO mengungkap, angka tertinggi lakalantas banyak terjadi di negara-negara berkembang yang mana persoalan transportasi bagaikan benang kusut. Secara global, India menjadi negara yang menempati urutan pertama dalam jumlah kematian terbanyak akibat lakalantas. Sementara Indonesia berada diurutan kelima.
Akan tetapi, sesuatu yang sangat mencengangkan terjadi di Indonesia. WHO berdasarkan data Global StatusReport on Road Safety-nya merilis kalau Indonesia merupakan negara urutan pertama di dunia yang jumlah lakalantasnya selalu mengalami peningkatan.

Di Indonesia jumlah lakalantas dilaporkan mengalami kenaikan mencapai 80 persen. Jumlah korban tewas akibatnya mencapai 120 jiwa per harinya. Indonesia disebut tak jauh berbeda dengan Nigeria, yang diklaim 140 jiwa warganya tewas setiap hari akibat lakalantas.
Beranjak dari mengkhawatirkannya insiden di jalan raya ini, seperti halnya data yang dirilis WHO tadinya. Indonesia selaku negara yang peduli, berkomitmen melalui peran dan fungsi tugas lembaga kenegaraannya yang khusus menangani masalah transportasi dan jalan raya. Salah satunya, yakni fungsi institusi Polri dengan kompetensi Korp Lalu Lintas (Korlantas) bertekad untuk berperan penuh dalam mewujudkan ketertiban dan keselamatan masyarakat di jalan raya.

Dimana selama tahun 2015 ini jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Provinsi Riau dihitung dari Bulan Januari sampai dengan oktober 2015 total kecelakaan yang terjadi sebanyak 1.236 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 559 orang, Luka berat sebanyak 798 orang dan luka ringan sebanyak 1.054 orang.
Beruntung pula bagi Riau, yang secara nasional ditunjuk sebagai provinsi pelopor dan percontohan dalam pelaksanaan program Zero Accident yang telah dikampanyekan WHO. Pemerintah menunjuk Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau untuk menyelenggarakan program tertib lalu lintas dalam bentuk kegiatan berupa pendidikan berkendara yang berkompeten bagi masyarakat Riau.
Secara kesiapan untuk mewujudkan zero accident di tahun 2020 yang merupakan program dunia ini, Ditlantas Polda Riau merupakan pihak berkompeten yang sangat siap mewujudkannya melalui program dalam bentuk peningkatan pendidikan bagi masyarakat dalam berkendara tertib di jalan raya.
Direktur Ditlantas Polda Riau Kombes Pol Guritno Wibowo melalui Kasubdit Regident AKBP Abas Basuni mengungkapkan kesiapan tersebut saat berbincang dengan wartawan, Minggu (20/12) kemarin.
”Kita Riau, sudah sejak lama memiliki program kemanusiaan yang berorientasi terhadap peningkatan pendidikan bagi masyarakat dalam mewujudkan ketertiban berkendara di jalan raya. Program ini juga sudah kita presentasikan di Mabes Polri,” kata Abas.
”Sekarang ini kita semakin siap untuk melaksanakan program ini, dan masyarakat pun berhak untuk berperan serta dalam penyelenggaraan program tersebut yang dapat dilaksanakan secara perorangan, kelompok, organisasi profesi, badan usaha atau organisasi kemasyarakatan lain sesuai dengan prinsip keterbukaan dan kemitraan serta dalam pemeliharaan sarana dan prasarana jalan, pengembangan disiplin, etika berlalu lintas dan berpartisipasi dalam pemeliharaan Keamanan, Keselamatan.
Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dengan adanya program tersebut diharapkan adanya kepedulian dan partisipasi dari segenap pihak seperti produsen kendaraan bermotor atau dealer untuk berperan aktif, mengenai partisipasi itu juga sudah kita bahas bersama dealer-dealer yang ada di Provinsi Riau. Mudah-mudahan mendapat respon yang baik nantinya,“ pungkas Abas.***



