



Tidak hanya rumah warga bahkan ruas Jalan Lingkar Timur Duri huga ikut terendam. Akibatnya arus lalu lintas Bukit Kapur terhambat.
Pantauan di lokasi pada jumat (27/1/2017), beberapa titik banjir terlihat menggenangi jalan itu. Bahkan banjir juga merendam rumah warga milik H.Pasaribu yang berada didaerah itu yang ketinggiannya mencapai hampir satu meter.
“Banjir ini uda mulai surut mas, kalau tiga hari yang lalu banjir lebih satu meter merendam rumah kami, “ujar H.Pasaribu pada wartawan saat ditemui di lokasi banjir.

Selain tingginya curah hujan, kurangnya bangunan box culvert di jalan tersebut dan perlunya saluran parit pembuangan air untuk menampung debit air saat musim penghujan, juga menjadi beberapa faktor penyebab jalan Lingkar Timur Duri kerap banjir.
“Biasanya per lima tahun banjir besar akan terjadi di daerah ini, “ujar salah satu tokoh masyarakat kampung Abi Besok yakni, M. Panjaitan pada wartawan.
M. Panjaitan juga mengatakan kalau di jalan Lingkar Timur Duri perlu dilakukan normalisasi untuk pembuangan air hingga kesungai alam yang ada di Bagan Benio.
“Persoalan banjir ini sebenarnya perlu duduk bersama antara masyatakat yang mempunyai lahan disini beserta pemerintah desa, pihak keamanan dan dinas terkait mencari solusi untuk melakukan normalisasi. Agar air bisa mengalir lancar hingga kesungai alam yang ada di Bagan Benio. Kalau air sudah lancar, pasti jalan Lingkar Timur Duri ini tidak banjir lagi, “ujarnya. (src)



