Pekanbaru, Siaganews.id – Upaya membuka akses dan mengurangi keterisolasian masyarakat di berbagai wilayah Riau mendapat dukungan dari sejumlah elemen masyarakat. Di tengah keterbatasan akses yang masih dihadapi sebagian warga, kolaborasi lintas pihak dinilai menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Atas kontribusi tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan penghargaan kepada dua yayasan yang dinilai turut berperan dalam mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Riau.
Dua pihak yang menerima penghargaan tersebut yakni Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 dan Yayasan Harmoni Nusa. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi Polda Riau atas kepedulian serta semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Bagi Kapolda Riau, pembangunan jembatan tidak semata-mata dapat diukur dari konstruksi fisik yang berdiri di atas sungai atau menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Lebih dari itu, jembatan menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dasar.

“Jembatan ini bukan hanya konstruksi fisik, tetapi merupakan jembatan harapan bagi masyarakat. Di balik setiap jembatan yang dibangun, ada akses yang terbuka, ada ekonomi masyarakat yang bergerak, ada anak-anak yang lebih mudah bersekolah dan ada pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Herry, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, akses infrastruktur memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ketika konektivitas terbuka, mobilitas warga menjadi lebih mudah, distribusi kebutuhan dan hasil ekonomi dapat bergerak lebih lancar, sementara akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan juga semakin terbuka.
Karena itu, menurut Herry, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tidak dapat hanya dibebankan kepada institusi Polri. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar pembangunan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Kami memberikan penghargaan ini bukan sekadar sebagai seremoni, tetapi sebagai bentuk penghormatan kepada pihak-pihak yang telah ikut bergotong royong. Ketika masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan Polri bergerak bersama, maka persoalan yang berat sekalipun bisa kita selesaikan,” tuturnya.
Kapolda Riau secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 serta Yayasan Harmoni Nusa yang telah mengambil bagian dalam mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.
Menurutnya, keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun institusi negara. Partisipasi masyarakat dan berbagai kelompok sosial juga memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
“Saya berharap apa yang dilakukan oleh kedua yayasan ini dapat menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya. Mari kita bangun Riau bukan hanya dengan program pemerintah, tetapi dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama,” ucap Herry.
Lebih jauh, Kapolda Riau menegaskan bahwa Polri akan terus mendorong program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses.
Dalam konteks tersebut, Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan tidak berhenti sebagai simbol pembangunan. Keberadaannya harus mampu menghadirkan manfaat nyata, terutama dalam membuka konektivitas dan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas kehidupan.
“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya berapa banyak jembatan yang berhasil dibangun, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena pada akhirnya, tugas kita adalah memastikan masyarakat mendapatkan akses, rasa aman, kesempatan untuk berkembang dan kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.
Penghargaan kepada kedua yayasan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur dapat menjadi ruang kolaborasi antara negara dan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan tambahan ketika kebutuhan masyarakat membutuhkan penanganan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
Pada akhirnya, jembatan yang dibangun bukan sekadar menghubungkan dua sisi wilayah. Lebih jauh, jembatan tersebut diharapkan mampu menghubungkan masyarakat dengan pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, mobilitas yang lebih mudah, serta peluang kehidupan yang lebih baik.
Bagi Polda Riau, dukungan masyarakat seperti yang ditunjukkan Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 dan Yayasan Harmoni Nusa menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi benar-benar bermuara pada kepentingan masyarakat.



