



PEKANBARU,SIAGANEWS.CO – Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau membentuk tim khusus untuk pemeriksaan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha 1437 Hijriah.
“Ada empat tim yang kami bentuk dan akan disebar pada wilayah Pekanbaru,” kata Kepala Dinas Distanak Kota Pekanbaru, El Syabrina di Pekanbaru, Senin.
Menurut El tim ini dibentuk untuk memastikan kesehatan hewan kurban berupa sapi, kerbau dan kambing yang akan diperjual belikan di masyarakat untuk perayaan Idul Adha.
Dia menuturkan, empat tim akan disebar ke lokasi-lokasi yang kerap dijadikan pedagang musiman menjual hewan kurban, baik di pasar ternak tradisional maupun pinggiran.

“Seperti di wilayah Kecamatan Rumbai, Tenayan Raya dan juga di Jalan Arifin Ahmad,” tegasnya.
Menurut El biasanya pedagang musiman hewan kurban mulai dari sapi hingga kambing akan memanfaatkan lokasi yang banyak lapangan sehingga mereka bisa meletakkan dagangannya di sana sementara waktu sebelum dibeli.
“Baik pedagang dan juga lokasi berjualannya relatif sama setiap tahun sehingga mudah dikenali,” kata El Syabrina menerangkan.
Selanjutnya, tim akan turun ke lapangan bertugas memeriksa kesehatan hewan kurban. Biasanya, dari sekian banyak sapi kurban yang dijual satu pedagang, pihaknya akan memeriksa satu sampel aja.
“Usai pemeriksaan kami akan berikan satu lembar surat keterangan kesehatan kepada pada pedagang hewan kurban tersebut,” katanya lagi.
Ia menambahkan direncanakan tim pemeriksa hewan kurban akan turun ke lapangan satu minggu sebelum Idul Adha. Diperkirakan cukup untuk melakukan pemeriksaan.
“Fokus pemeriksaan selain ditujukan pada kesehatan hewan kurban, tim juga memperhatikan fisik apakah sudah sesuai Syariat Islam. Misalnya, tidak dalam kondisi cacat, tidak betina dan sudah cukup umur,” katanya menambahkan.
Sebelumnya diberitakan Kota Pekanbaru masih bergantung dengan pasokan sapi daerah tetangga.
Data Dinas Pertanian dan Peternakan¿ Kota Pekanbaru mencatat kebutuhan daging di Kota Pekanbaru mencapai 50 ekor hingga 60 ekor perhari baik sapi, kambing, kerbau dan lainya.
“Kalau untuk kebutuhan daging sapi jenis brahmana cross per hari mencapai 150-200 kg atau setara dengan 20-25 ekor sapi, sedangkan untuk konsumsi daging kambing berkisar 15-20 ekor per hari,” kata Kadistanak El Syabrina. ¿
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya daging sapi masih didatangkan dari daerah lain seperti Provinsi Lampung dan Sumatera Utara.
“Karena produksi Kota Pekanbaru hanya memenuhi 20 persen, 80 persen masih didatangkan dari luar Pekanbaru.
Padahal selama 2015 peternak setempat menerima bantuan bibit sapi sebanyak 369 ekor dari pemerintah pusat.
“Bibitnya ada dua jenis yakni sapi pedaging dan induk,” kata Kadistanak Pekanbaru Elsyabrina.(ant)



