SiagaNews – Peran Bhabinkamtibmas dalam mendukung ketahanan pangan bukan sekadar hadir di tengah masyarakat.
Lebih dari itu, personel kepolisian dituntut aktif mendampingi, memantau, sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar setiap proses budidaya berjalan optimal.

Di wilayah hukum Polsek Kandis, Polres Siak, pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari persiapan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga menjelang masa panen.
Bhabinkamtibmas secara rutin turun langsung ke lahan pertanian untuk melihat perkembangan tanaman jagung, memastikan perawatan dilakukan dengan baik, serta berdialog dengan petani terkait berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Pertama, rutin melakukan pengecekan lahan. Kondisi tanaman perlu dipantau secara berkala agar persoalan seperti gulma, serangan hama maupun gangguan lainnya dapat diketahui sejak dini.
Kedua, membangun komunikasi dengan petani. Kedekatan dengan kelompok tani membuat Bhabinkamtibmas lebih mudah mengetahui kebutuhan dan kendala petani sekaligus mendorong semangat mereka dalam mengelola lahan.
Ketiga, mengawal proses perawatan. Setelah bibit ditanam, perhatian tidak boleh berhenti. Penyiraman, pemupukan, pembersihan gulma dan pengendalian hama menjadi bagian penting untuk menjaga pertumbuhan tanaman.
Keempat, memberikan motivasi hingga masa panen. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani diharapkan mampu menjaga semangat sekaligus membangun optimisme agar hasil pertanian dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam melalui Kapolsek Kandis Kompol Herman Pelani.S.H.,M.H menekankan bahwa pendampingan ketahanan pangan merupakan proses yang membutuhkan konsistensi.
“Bhabinkamtibmas harus hadir dan memahami kondisi petani serta perkembangan lahan.
Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat penanaman, tetapi sampai tanaman siap dipanen,”kata Herman Pelani, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Melalui pola pendampingan tersebut, Polsek Kandis terus mendorong kolaborasi bersama petani dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung terciptanya pertanian yang produktif dan berkelanjutan di wilayah binaan.***



