Author: Prima

PEKANBARU,SIAGANEWS.CO- Ribuan pelajar yang berada di Kota Pekanbaru mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) membanjiri Mesjid Agung An-nur Pekanbaru, Jum’at (30/10) pagi. Berkumpulnya ribuan generasi bangsa tersebut bukanlah ingin menuntut asap tebal yang membuat mereka harus diliburkan, melainkan hadir dalam acara Tabligh Akbar yang digagas oleh Polresta Pekanbaru. Dengan tema ” Pemuda Mengaji” Polresta Pekanbaru yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru awalnya hanya mengundang pelajar yang duduk dibangku SLTA hingga SMA saja. Namun karena antusiasnya peserta, tercatat tamu yang hadir melebihi target dari panitia,” kita awalnya hanya menargetkan 1000 peserta, tetapi setelah kita lihat…

Read More

PEKANBARU,SIAGANEWS.CO- Tergiur akan keuntungan yang berlimpah, EI (43) yang merupakan seorang tukang parkir didaerah Jalan Sudirman Pekanbaru beserta dua pria yaitu SI (27) dan BD (27) nekat menjual ekstasi palsu sebanyak 45 butir. Ketiga warga pangeran hidayat ini terpaksa harus diamankan oleh anggota Opsnal Satnarkoba Polresta Pekanbaru, Senin (26/10) siang setelah menjual barang haram tersebut kepada anggota yang tengah menyamar. Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Aries Syarief Hidayat MM saat melakukan ekspos melalui Kasat Narkoba Kompol Iwan Lesmana Riza SH, Jum’at (30/10) siang menjelaskan bahwa tertangkapnya ketiga pelaku penjual obat palsu tersebut berawal dari informasi masyarakat jika ada yang bisa menyediakan…

Read More

SIAGANEWS.CO- Demonstrasi massa buruh di Istana Negara yang berlangsung hingga malam ini berlangsung mencekam. Pantauan di lokasi Jumat (30/10/2015), saat ini ribuan polisi berusaha menghalau para demonstran yang masih bertahan ada di depan Istana. Bahkan jarak antara kedua massa ini semakin mendekat. Buruh yang keukeuh tetap melanjutkan aksinya lantaran menolak PP No. 78 tentang pengupahan masih menduduki Istana meski aturan untuk melakukan unjuk rasa telah habis. Polisi akhirnya mengeluarkan gas air mata untuk membubarkan aksi massa yang mulai anarkis. Ratusan buruh yang tidak tahan dengan gas air mata langsung berhamburan menyelamatkan diri. Petugas gabungan terus menembaki gas air mata dan…

Read More