


SIAGANEWS.CO – Ketua DPRD Rohul, Kelmi Amri didampingi Sekwan DPRD Rohul, Drs Sariaman menemui mahasiswa dalam aksi damai bela rakyat di Rokan Hulu.
Ketua DPRD Rohul, Kelmi Amri SH juga menerima seluruh tuntutan mahasiswa dan akan menjembatani tuntutan mahasiswa dengan mengirimkannya kepada Presiden RI melalui mekanisme yang ada dimana surat yang langsung ditandatanganinya akan dikirimkan melalui alamat fax Istana Negara.
“Semua apa yang disampaikan, kita akan kirimkan melalui alamat fax Istana Negara,”katanya singkat dihadapan mahasiswa Rohul yang aksi damai.
Untuk diketahui Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Rohul menggelar akai unjuk rasa mengkritisi kebijakan Pemerintahan Presiden Jokowi-JK yang tak pro Rakyat.

Aksi unjuk rasa yang menamakan diri sebagai aksi bela rakyat yang digelar dari Taman Kota Pasir Pengaraian kemudian long march menuju kantor DPRD Rohul yang berada di jalan Panglima sulung desa Koto Tinggi kecamatan Rambah, Kamis (12/1/2017) mendapat pengawalan dari puluhan personil kepolisian Polres Rohul.
Dalam aksi itu, para mahasiwa membentangkan spanduk berisikan “Aliansi Mahasiswa Rohul Aksi Bela Rakyat 121”. Aksi bela rakyat itu merupakan gabungan dari Mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) dan Mahasiswa STKIP Rokaniah.
Dalam orasinya, pengujuk rasa menuding sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi – JK pada awal tahun 2017 tidak pro terhadap rakyat dengan menaikan sejumlah harga kebutuhan barang dan jasa.
“Katanya presiden pro rakyat, tapi kebijakan yang dikeluarkannya justru menyengsarakan rakyat,”teriak Korlap Aksi, Wikky Yuliandra dalam orasinya.
Ada tujuh tuntutan yang disuarakan para pengujuk rasa hari ini, diantaranya yakni, Mendukung Langkah BEM Se-indonesia dalam aksi bela Rakyat 12 Januari 2017, kemudian, menolak segala Keputusan dan Peraturan Pemerintah yang tidak pro rakyat.
Selanjutnya menolak dan menuntutu presiden segera mencabut PP No.60 Tahun 2016, mendesak Pemerintah untuk segera menstabilkan keadaan perekonomian negara dalam segala lini, serta mengembalikan pendidikan ke Amanat UUD 1945 pasal 31, meminta kepada pemerintah untuk berhenti mengelola negara secara serampangan dan tidak solutif dan Pemerintah bertanggungjawab atas kekacauan yang terjadi di Negara ini dan hentikan saling lempar tanggungjawab atas instansi negara.
Setelah tuntutan diterima oleh ketua DPRD Rohul, akhirnya mahasiswa membubarkan diri dengan aman dan tertib.
Sementara itu terpantau selama aksi berlangsung Puluhan Anggota Polres, TNI Rohul yang dibantu Satpol PP terus siaga dalam melakukan Pengamanan, sehingga aksi terlaksana kondusif. (fah/src)



